🖋️ Penulis: Mychael Hontong
🧭 Kontributor: Divisi Humas Polri
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang dan Ter-Update
GROBOGAN, JAWA TENGAH – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa produksi jagung nasional meningkat signifikan sejak ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dan Polri, yang diteken bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo pada 25 April 2025 lalu.
“Begitu MoU ditandatangani, produksi langsung naik. Hari itu juga. Dampaknya luar biasa. Dan itu dua hari sebelum ulang tahun saya,” ujar Menteri Amran saat menghadiri penanaman jagung kuartal III, Rabu (9/7/2025), di Grobogan.
Jagung Tepat Sasaran, Pupuk Tak Disalahgunakan

Menteri Amran menegaskan, peningkatan produksi tersebut terjadi karena distribusi sarana pertanian menjadi lebih tepat sasaran berkat keterlibatan Polri dalam pengawasan.
“Benih tak lagi diperjualbelikan, pencurian alat mesin pertanian hilang. Polri sangat berperan dalam menertibkan distribusi dan menjaga keamanan pertanian. Ini yang membuat produksi melonjak,” tegasnya.
Menteri Amran bahkan mencontohkan respons cepat Kapolda Jawa Tengah saat ia mengadukan kasus penyalahgunaan pupuk di wilayah tersebut.

“Begitu saya sampaikan masalah pupuk, langsung ditangani. Petani sekarang bisa kembali berproduksi tanpa keluhan,” lanjutnya.
Presiden Targetkan Swasembada, Dukungan Polri Jadi Kunci
Menteri Amran juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada pangan dalam waktu satu tahun, sebuah target ambisius yang ia sanggupi berkat dukungan penuh dari Kapolri dan jajarannya.
“Namanya pembantu, ketika ditanya Presiden bisa atau tidak swasembada dalam setahun, kita jawab satu kata: siap. Dan kesiapan itu salah satunya karena dukungan Polri,” ucap Menteri Amran.
Penanaman Jagung di 36 Wilayah, MoU Berdampak Nasional
Penanaman jagung yang dihadiri Menteri Amran merupakan bagian dari program kuartal III di atas lahan perhutanan sosial seluas 795.339,53 hektare, tersebar di 36 wilayah Indonesia. Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dan Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keterlibatan Polri dalam ketahanan pangan tidak hanya seremonial, tetapi berperan aktif dalam seluruh rantai produksi: dari pengawasan distribusi pupuk dan benih, pengamanan alat mesin, hingga penyerapan hasil panen.
🗂️ Kategori: Pangan & Energi | Pemerintahan | Ketahanan Nasional
🏷️ Tagar: #PolriUntukPangan #KetahananPangan #Kapolri #MentanAmran #SwasembadaJagung #IndonesiaEmas2045
![]()
