🖋️ Penulis: Mychael Hontong
🧭 Kontributor: Divisi Humas Polri
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang dan Ter-Update
JAKARTA – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas komitmen dan peran aktif Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pernyataan ini disampaikan Titiek saat menghadiri kegiatan penanaman jagung kuartal III tahun 2025 di lahan perhutanan sosial seluas 795.339 hektare yang tersebar di 36 wilayah Indonesia, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni.
“Inisiatif Kapolri dan jajaran dalam meningkatkan kedaulatan dan swasembada pangan adalah kerja besar yang patut kita apresiasi dan teladani,” ujar Titiek.
Menggerakkan Rantai Produksi dari Hulu ke Hilir
Titiek menegaskan, keterlibatan Polri tak hanya bersifat simbolis, tapi mencakup seluruh rantai produksi pangan: mulai dari pemetaan lahan, distribusi benih dan pupuk, penanaman, hingga jaminan penyerapan hasil panen. Bahkan, Polri juga:
- Melakukan rekrutmen bintara kompetensi khusus untuk sektor pangan
- Mengembangkan aplikasi Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri
- Membangun 18 gudang pangan strategis
- Mengawal ekspor hasil panen jagung ke sejumlah negara
“Setelah sukses menghasilkan lebih dari 2 juta ton jagung pada dua kuartal pertama 2025, Polri kembali memimpin penanaman jagung serentak di kuartal ketiga. Ini bukan hanya kerja keras, tapi bukti nyata komitmen,” ungkap Titiek.
Mendorong Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga
Titiek mengingatkan bahwa swasembada pangan seperti yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pelantikannya, tidak bisa dicapai oleh Kementerian Pertanian saja. Butuh kolaborasi seluruh lembaga dan elemen bangsa.
“Polri sudah membuktikan bahwa lembaga non-kementerian pun bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional. Semoga ini menginspirasi kementerian dan lembaga lainnya,” tambahnya.
Perhutanan Sosial sebagai Solusi Krisis Lahan
Di tengah tantangan seperti menyusutnya lahan pertanian dan perubahan iklim, Titiek menilai program perhutanan sosial dengan sistem agroforestri menjadi salah satu solusi konkret. Sistem ini memungkinkan kombinasi tanaman kayu dan pangan seperti jagung, kedelai, padi, serta tebu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa merusak hutan.
Ia merujuk data Kementerian Kehutanan yang menyebut telah terbit persetujuan perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare dengan 15.000 kelompok usaha aktif. Menurutnya, sebagian besar kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis ketahanan pangan.
“Kami di Komisi IV DPR RI siap mendukung penuh perluasan program ini. Dan hari ini saya juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Kapolda Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan penanaman jagung di lahan perhutanan sosial ini,” tutup Titiek.
🗂️ Kategori: Pangan & Energi | Politik Nasional | Ketahanan Pangan
🏷️ Tagar: #PolriUntukPangan #TitiekSoeharto #Kapolri #SwasembadaPangan #PerhutananSosial
![]()
