Martabak Marrem Tawang Sari, Legenda Kuliner Rembang Bertahan Sejak 1992

REMBANG, Aswinnews.COM – Berkunjung ke Rembang pada malam hari rasanya belum lengkap tanpa mencicipi martabak manis legendaris yang telah menjadi favorit warga selama puluhan tahun. Martabak Manis Rembang “Marrem” yang berlokasi di Kelurahan Tawang Sari, Leteh, Kecamatan Rembang, hingga kini masih menjadi buruan masyarakat dari berbagai kalangan.

Pemilik Martabak Marrem, Sutikno, mengatakan usaha kuliner yang dirintisnya telah beroperasi sejak tahun 1992. Selama lebih dari tiga dekade, cita rasa khas martabak buatannya tetap mampu mempertahankan pelanggan lintas generasi.

Martabak Marrem buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp20.000 untuk varian original hingga Rp50.000 untuk martabak spesial dengan berbagai pilihan topping.

Beragam isian tersedia, mulai dari cokelat, keju, kacang, hingga kombinasi berbagai topping favorit pelanggan. Tekstur martabak yang tebal, bersarang, dan memiliki pinggiran renyah menjadi daya tarik tersendiri sehingga lapak ini hampir tidak pernah sepi pembeli.

Saat ditemui wartawan ASWINNEWS, Rabu (24/6/2026) malam, Sutikno mengungkapkan bahwa usahanya masih mampu menghabiskan lebih dari 20 kilogram adonan setiap malam.

“Alhamdulillah masih ramai. Dulu bisa habis 25 kilogram adonan per hari, sekarang stabil di atas 20 kilogram setiap malam. Pelanggan setia masih banyak, mulai dari ibu rumah tangga, karyawan, hingga para perantau yang pulang ke Rembang dan selalu menyempatkan mampir,” ujar Sutikno.

Lokasi Martabak Marrem cukup mudah ditemukan, yakni di Kelurahan Tawang Sari, Leteh, Rembang Kota, tepat di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Rembang. Bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati martabak dalam kondisi hangat, disarankan datang sejak pukul 16.00 WIB. Sebaliknya, jika datang terlalu malam, terutama setelah pukul 21.00 WIB, pembeli harus bersiap karena stok sering kali sudah habis terjual.

Keberlangsungan Martabak Marrem selama 33 tahun menjadi bukti bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner lokal mampu bertahan dan terus dicintai masyarakat. Dari satu kios sederhana, Martabak Marrem telah menghadirkan jutaan potong martabak manis yang menjadi bagian dari kenangan warga Rembang.


Penulis Wibowo l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *