🖋️ Penulis: Mychael Hontong
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang dan Ter-Update
JAKARTA – Penunjukan Elly Engelbert Lasut sebagai Komisaris PT Angkasa Pura menandai fase baru dalam karier politik tokoh senior Sulawesi Utara (Sulut) itu. Lebih dari sekadar jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengangkatan ini menjadi sinyal politik kuat: bahwa Elly masih dipercaya di level strategis nasional, bahkan setelah tidak lagi menjabat kepala daerah.
Dalam pernyataannya pada Selasa, 8 Juli 2025, Elly Lasut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan publik Sulut yang terus mengalir menyusul pemberitaan pengangkatan dirinya sebagai komisaris.
“Saya sudah menerima surat keputusan dari RUPS PT Angkasa Pura Indonesia. Ucapan selamat dan doa dari publik Sulut sangat saya hargai sebagai bentuk dukungan moral,” ungkap Elly.
Rekomendasi Langsung dari AHY, Presiden Merespons Cepat
Sumber internal menyebutkan bahwa penunjukan Elly Lasut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi khusus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto pada 30 Juni 2025. Surat tersebut hanya mencantumkan satu nama—Elly Lasut—dan ditandatangani langsung oleh AHY.
Presiden merespons cepat. Tepat sepekan setelah surat dikirim, Elly Lasut resmi diangkat sebagai salah satu komisaris di BUMN strategis yang mengelola sejumlah bandara internasional di Indonesia.
Rekam Jejak Elly Lasut: Dari Talaud ke Jakarta
Nama Elly Lasut bukan pendatang baru dalam dunia birokrasi dan politik. Ia pernah menjabat Bupati Kepulauan Talaud selama tiga periode, serta sempat menduduki kursi Ketua DPRD setempat. Pengalamannya di pemerintahan dan legislasi menjadikan Elly sebagai figur yang dipandang matang dan siap menavigasi kompleksitas manajemen BUMN.
Penunjukan ini juga memperkuat narasi bahwa kader dari wilayah perbatasan seperti Talaud bisa menembus pusat kekuasaan, asalkan memiliki rekam jejak dan kapasitas yang terbukti.
Jabatan Ganda Dilarang, Demokrat Sulut Siap Regenerasi
Mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023, Elly Lasut wajib melepaskan posisinya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulut. Larangan rangkap jabatan antara posisi komisaris dan pengurus parpol bersifat mutlak.
Kondisi ini membuka peluang regenerasi dalam tubuh Demokrat Sulut. Sosok Hillary Brigitta Lasut (HBL), yang merupakan putri Elly dan kini menjabat sebagai anggota DPR RI, muncul sebagai figur terkuat untuk mengambil tongkat kepemimpinan.
HBL dikenal sebagai politisi muda bersuara tinggi dalam isu nasional, dan tercatat sebagai peraih suara terbanyak legislator perempuan dari Sulut dalam Pileg 2024.
Selain HBL, nama-nama seperti Billy Lombok, Royke Anter, dan Stendy S. Rondonuwu juga beredar sebagai calon potensial pemimpin Demokrat Sulut.
Momentum Konsolidasi dan Penguatan Partai di Daerah
Transisi kepemimpinan ini terjadi di saat Demokrat Sulut sedang dalam tren positif. Kenaikan jumlah kursi pada Pileg 2024 menjadi bukti bahwa partai berlambang mercy ini masih memiliki basis kuat di provinsi ujung utara Indonesia itu.
Jika dimanfaatkan dengan tepat, momentum pengangkatan Elly Lasut dan potensi naiknya HBL dapat mengantarkan Demokrat Sulut pada fase konsolidasi baru yang progresif dan berkelanjutan, dengan menyeimbangkan figur senior dan kekuatan muda.
🗂️ Kategori: Politik, Nasional, BUMN, Sulut
🏷️ Tagar: #EllyLasut #HillaryBrigittaLasut #DemokratSulut #BUMN2025 #RegenerasiPolitik
![]()
