Laporan Jurnalis: Drs. Isa Alima | Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
Kota Bakti, Pidie – 9 Juni 2025
Dari pelosok timur Kabupaten Pidie, sebuah harapan besar tumbuh dan mengakar. Ribuan warga dari 13 kecamatan berkumpul dalam satu suara dan satu tekad: memperjuangkan kelahiran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Pidie Sakti, demi masa depan yang lebih adil, setara, dan sejahtera.
Momentum itu mengkristal dalam acara bertajuk “Pertemuan dan Temu Tokoh untuk Percepatan Realisasi CDOB Pidie Sakti” yang digelar di Gedung Pelatihan Petani, Kecamatan Sakti. Sejak pagi hingga siang, suasana khidmat dan semangat mewarnai forum yang menghadirkan tokoh-tokoh penting Aceh dan nasional.
Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah

Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh lintas generasi, di antaranya:
- Dr. H. Nasir Djamil, S.Ag., M.Si, Anggota Komisi III DPR RI
- Dr. H. Muzakar Abd. Gani, SH., M.Si, mantan Bupati Bireuen
- H. M. Amim Said, SH., M.Hum, mantan Ketua DPRK Banda Aceh
- Abu Yus, mantan Ketua DPRD Provinsi Aceh
- Drs. Aiyub Ahmad, M.Si, mantan Kepala Bappeda Pidie
Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa perjuangan pemekaran bukan lagi wacana kosong, melainkan panggilan sejarah yang mendapat legitimasi moral dan politik dari berbagai pihak.
Dukungan Rakyat Tak Bisa Diabaikan
Dalam pidato penuh emosi, H. M. Nur Mahdi, SH., M.H, Ketua Presidium Pemekaran Pidie Sakti, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan baru dimulai, tetapi telah berjalan sejak 2018. Kini, rakyat datang membawa bukti konkret: dokumen dukungan dari 13 kecamatan lengkap dengan tanda tangan seluruh keuchik.
“Ini bukan sekadar wacana. Ini suara rakyat. Mereka tidak datang membawa kemarahan, tapi membawa harapan,” ucap Nur Mahdi dengan mata berkaca-kaca.
Meski rekomendasi dari Bupati Pidie, DPRK, Gubernur Aceh, dan DPRA belum rampung, semangat dari akar rumput telah meletakkan fondasi moral yang kokoh.
Seruan Tegas untuk Para Pemimpin
Di tengah forum, pernyataan Dr. H. Nasir Djamil menggema dengan tajam:
“Jangan biarkan rakyat hanya berkeringat di tempat seperti orang naik treadmill. Kami butuh langkah nyata, bukan janji. Pidie Sakti harus menjadi kenyataan, bukan mimpi.”
Seruan ini menggambarkan kegelisahan sekaligus harapan masyarakat yang telah lama menanti perubahan nyata, bukan sekadar janji politik lima tahunan.
Pidie Sakti, Simbol Cinta Rakyat pada Masa Depan
Aspirasi ini bukan hanya tentang administrasi pemerintahan, tetapi tentang martabat rakyat yang ingin maju, tentang ibu-ibu yang ingin akses kesehatan lebih cepat, dan anak-anak yang ingin pendidikan lebih layak tanpa harus berjalan berkilo-kilometer.
“Kami tidak minta istana. Kami hanya ingin rumah yang layak untuk cita-cita anak-anak kami. Kami tidak minta jalan emas. Kami hanya ingin jalan menuju puskesmas. Kami tidak minta keajaiban. Kami hanya ingin keadilan.”
Dari Rakyat, Untuk Rakyat
Rakyat telah memulai langkah ini. Kini, bola ada di tangan para pemimpin. Waktunya sejarah mencatat: apakah suara rakyat akan didengar, atau kembali terabaikan.
Pidie Sakti adalah suara rakyat. Bukan sekadar nama baru di peta, tapi harapan akan masa depan yang lebih setara.
Dari rakyat. Oleh rakyat. Untuk rakyat.
Catatan Redaksi:
Redaksi AswinNews.com membuka ruang hak jawab dan diskusi dari pihak pemerintah Kabupaten Pidie, DPRK, dan Gubernur Aceh atas usulan CDOB Pidie Sakti ini, demi menjaga asas keberimbangan dan memperkaya wacana publik.
📧 Untuk hak jawab: redaksi@aswinnews.com
![]()
