Obrolan Santai di Pendopo: Abah H. Warsubi dan Para Kades Jombang Hangat Tanpa Sekat

Laporan: Mas Imam AE | Jurnalis: LR/Kenzo | Editor: Redaksi Aswinnews.com
Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update

Pendopo Kabupaten Jombang malam itu terasa berbeda. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tercipta dalam obrolan santai antara Bupati Jombang, Abah H. Warsubi, dan sejumlah kepala desa. Tidak ada jarak, tidak ada sekat—hanya canda, tanya jawab ringan, dan perhatian tulus dari pemimpin daerah kepada rakyatnya.

Tampak hadir dalam pertemuan spontan tersebut Gus Iqbal, Mas Imam, Mas Malik, Kades Rio, serta sekitar 10 kepala desa lainnya. Semua duduk santai satu meja, menikmati kebersamaan yang jarang terjadi di tengah kesibukan masing-masing.

Gimana kabar saudara-saudara semua?” sapa Abah Warsubi membuka percakapan.

Dengan kompak dan penuh semangat, para kepala desa menjawab, “Alhamdulillah, Abah, kami semua sehat wal afiat.

Tak ketinggalan mereka balik bertanya, “Kalau Abah sendiri bagaimana kabarnya?”

Alhamdulillah, saya juga sehat wal afiat. Keluarga pun dalam keadaan baik,” jawab Abah sambil tersenyum hangat.

Pertemuan ini sebenarnya tak direncanakan secara formal. Undangan hanya dikirim melalui pesan WhatsApp oleh Ibu Bupati. Abah Warsubi mengajak para kepala desa untuk datang ke Pendopo dan menonton bareng pertandingan timnas Indonesia kontra Jepang—yang sayangnya berakhir dengan kekalahan 6–0.

Meski hasil pertandingan tak memihak Garuda, suasana tetap cair. Obrolan berlanjut tanpa pembahasan berat soal politik atau pemerintahan. Hanya percakapan ringan seputar kehidupan sehari-hari dan kondisi masyarakat.

Di sela perbincangan, Abah sempat menanyakan kondisi banjir di beberapa wilayah.

Alhamdulillah, Abah. Air sudah mulai surut dan warga mulai beraktivitas seperti biasa,” jawab beberapa kepala desa.

Obrolan santai itu terus mengalir hingga hampir pukul 12 malam. Saat akhirnya semua berpamitan, Abah Warsubi menyampaikan pesan yang sederhana tapi bermakna:

Jaga kesehatan kalian dan keluarga. Dan yang terpenting, para kepala desa, perhatikan masyarakat kalian. Layani mereka dengan baik, karena mereka sejatinya adalah bagian dari keluarga kita juga.

Obrolan santai itu bukan sekadar pertemuan, tapi pengingat bahwa kepemimpinan yang merangkul adalah kunci keharmonisan antara pemerintah dan rakyat.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *