Dua Siswi SD Meninggal Dunia Diduga Tenggelam di Kolam Ikan Bekas Galian di Desa Balai Kasih, Langkat

LANGKAT Aswinnews.com– Duka menyelimuti warga Dusun Tempel, Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, setelah dua anak perempuan ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di sebuah kolam ikan pada Sabtu malam (1/8/2026).

Kedua korban diketahui bernama Mutia Ramadhani (6), pelajar yang berdomisili di Dusun Tempel, Desa Balai Kasih, serta Debi Anjani (7), juga seorang pelajar yang tinggal di dusun yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan pihak kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 19.30 WIB ketika Riki (25), kakak kandung Mutia Ramadhani, baru pulang bekerja dan mendapat kabar bahwa adiknya belum kembali ke rumah.

Mendengar informasi tersebut, Riki bersama Suradi (47) dan sejumlah warga segera melakukan pencarian di beberapa lokasi yang biasa dijadikan tempat bermain anak-anak.

Sekitar pukul 19.45 WIB, Riki bersama warga mendatangi sebuah kolam ikan di Dusun Tempel. Di lokasi itu, ia melihat tanaman eceng gondok yang berada di tengah kolam tampak berserakan. Merasa curiga, Riki kemudian menemui pemilik kolam, Hadi Pamungkas (57), untuk menanyakan apakah tanaman tersebut sengaja dipindahkan. Namun pemilik kolam mengaku tidak melakukannya.

Pencarian kemudian dilanjutkan di sekitar kolam. Tak lama kemudian, Riki menemukan bekas tempat bermain anak-anak beserta dua pasang sandal yang dikenalinya sebagai milik adiknya dan temannya.

Dengan dibantu warga, Riki melakukan pencarian di dalam kolam. Pemilik kolam juga memberitahukan bahwa terdapat bagian kolam yang cukup dalam. Menggunakan sebatang kayu sebagai alat bantu, Riki menyisir area tersebut hingga merasakan ada sesuatu yang tersangkut.

Saat meraba ke dalam air menggunakan tangan, Riki menemukan tubuh adiknya, Mutia Ramadhani, dalam posisi telungkup. Korban kemudian diangkat ke permukaan, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi wajah membiru.

Pencarian kembali dilakukan di lokasi yang sama. Tidak lama kemudian, korban kedua, Debi Anjani, juga berhasil ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi oleh warga dan dibawa ke rumah duka masing-masing yang berada berdekatan.

Pihak kepolisian dari Polsek Kuala yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta keterangan keluarga, kedua orang tua korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni akibat kecelakaan dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah kedua anak mereka. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan diperkuat melalui video testimoni dari ayah masing-masing korban.

Adapun saksi-saksi yang dimintai keterangan dalam peristiwa ini antara lain Riki (25), Suradi (47), dan Irawan (54), yang seluruhnya merupakan warga Dusun Tempel, Desa Balai Kasih, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Kapolsek Kuala, AKP Syamsul Bahri, S.E., M.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Hingga saat ini, hasil penyelidikan sementara mengarah bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan tenggelam dan tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan terhadap kedua korban.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar kolam, sungai, bekas galian, maupun lokasi perairan lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Semoga kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi musibah ini.

Penulis Ali Asan

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *