Bengkulu | Aswinnews.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu, mantan Ketua PWI Kabupaten Rejang Lebong dua periode, Hasan, mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi dan mengembalikan PWI sebagai rumah besar bagi seluruh wartawan tanpa membedakan asal perusahaan media maupun kelompok tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasan sebagai harapan agar Konferprov PWI Bengkulu menjadi momentum memperkuat marwah organisasi melalui proses pemilihan yang demokratis, transparan, dan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.
PWI Harus Mengayomi Seluruh Anggota
Menurut Hasan, PWI merupakan organisasi profesi yang menaungi wartawan dari berbagai perusahaan media. Karena itu, kepengurusan yang terbentuk nantinya diharapkan mampu mengayomi seluruh anggota secara adil tanpa mengedepankan kepentingan kelompok atau jaringan media tertentu.
«”PWI Bengkulu harus berdiri untuk semua anggota, bukan hanya mementingkan wartawan yang berasal dari satu grup media tertentu. Organisasi ini tidak boleh dikuasai atau diarahkan hanya untuk kepentingan jaringan perusahaan media tertentu,” tegas Hasan.»
Ia menambahkan, ketua PWI yang terpilih nantinya harus menjadi pemimpin bagi seluruh anggota, tanpa membedakan latar belakang perusahaan media, pilihan dalam konferensi, maupun kedekatan pribadi.
Hasan menilai, apabila kepengurusan lebih mengutamakan kelompok tertentu, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan, rasa ketidakadilan, serta menurunkan kepercayaan anggota terhadap organisasi.
«”PWI bukan organisasi milik satu perusahaan media atau satu jaringan media. PWI adalah rumah bersama seluruh wartawan yang memenuhi ketentuan keanggotaan organisasi,” ujarnya.»
Dorong Pemungutan Suara Sesuai AD/ART
Selain menyoroti kepemimpinan organisasi, Hasan juga meminta panitia Konferprov PWI Bengkulu menjalankan mekanisme pemilihan sesuai ketentuan AD/ART PWI.
Menurutnya, apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka pemilihan Ketua PWI Provinsi dan Ketua Dewan Kehormatan seharusnya dilakukan melalui pemungutan suara secara tertulis, langsung, umum, bebas, jujur, adil, dan rahasia.
Untuk mendukung prinsip tersebut, ia mengusulkan agar panitia menyiapkan bilik suara, surat suara, kotak suara, saksi, serta mekanisme penghitungan suara yang transparan.

«”Karena aturan menyebutkan rahasia, panitia harus menyiapkan bilik suara. Jangan mengulang voting terbuka seperti periode sebelumnya karena pilihan anggota dapat diketahui dan berpotensi menimbulkan tekanan,” katanya.»
Hasan juga berpendapat bahwa sistem pemungutan suara secara rahasia merupakan bagian penting untuk menjaga kebebasan anggota dalam menentukan pilihan serta memperkuat legitimasi hasil pemilihan.
Harap Panitia Bersikap Netral
Dalam kesempatan itu, Hasan mengingatkan panitia Konferprov agar tetap bersikap netral dan tidak memberikan keuntungan kepada calon maupun kelompok media tertentu.
Ia berharap seluruh tahapan konferensi dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sepenuhnya mengacu pada ketentuan organisasi.
Sebagai mantan Ketua PWI Rejang Lebong selama dua periode, Hasan berharap kepengurusan PWI Provinsi Bengkulu yang akan datang mampu mengembalikan marwah organisasi sebagai wadah yang melindungi wartawan, meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan kesejahteraan seluruh anggota tanpa diskriminasi.
«”PWI harus hadir untuk melindungi wartawan, meningkatkan kompetensi, dan memperjuangkan kesejahteraan seluruh anggota. Jangan sampai PWI hanya menjadi kendaraan untuk memperkuat kepentingan satu grup media tertentu,” tutup Hasan.
Pewarta: Mimi (F.A) l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Catatan redaksi: Seluruh pernyataan dalam berita ini merupakan pandangan narasumber. Aswinnews.com menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang berkepentingan apabila diperlukan.
![]()
