BANDUNG – AswinNews.com – Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi.
Film Menang untuk Kalah dijadwalkan tayang di bioskop pada Agustus 2026 dengan mengangkat isu sosial yang kini menjadi perhatian serius, yakni bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Aktris senior Yessy Gusman mengajak masyarakat untuk menyaksikan film tersebut. Menurutnya, Menang untuk Kalah menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk judi online dan pinjaman online ilegal yang telah menjerat banyak korban dari berbagai kalangan.
Melalui unggahan di media sosialnya, Yessy mengaku bersyukur film yang dibintanginya segera hadir di layar lebar.
Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.

“Alhamdulillah film kami Menang untuk Kalah akan segera tayang bulan Agustus. Film ini menurut saya layak dibuat karena mengangkat isu sosial ekonomi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, yaitu bahaya pinjol dan judol yang dikem1as dalam sebuah drama keluarga,” tulis Yessy.
Film garapan sutradara Hasto Broto ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Lulu Tobing, Surya Saputra, Ajil Ditto, Putri Ziani, Beddu Johar, Tika Panggabean, Tigor Saputra, serta Yessy Gusman.
Peluncuran teaser, poster, dan soundtrack film digelar di Hotel Savoy Homann.
Acara tersebut dihadiri Erwan Setiawan dan Rudi Setiawan sebagai bentuk dukungan terhadap hadirnya film yang mengusung pesan edukasi bagi masyarakat.
Yessy berharap film tersebut mampu menggugah kesadaran publik agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan dari praktik judi online maupun pinjaman online ilegal.
“Semoga teman-teman menonton semua karena ini masalah penting yang sudah banyak menelan korban di sekitar kita,” ujarnya.
Film Menang untuk Kalah mengisahkan tekanan ekonomi yang mendorong seseorang memilih jalan pintas melalui judi online. Bukannya memperoleh solusi, tokoh utama justru terjerat pinjaman online ilegal hingga kehidupan pribadi dan keluarganya berada di ambang kehancuran.
Kisah tersebut diangkat dari realitas yang banyak terjadi di tengah masyarakat sehingga diharapkan mampu menjadi media edukasi yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menegaskan bahwa upaya memberantas judi online dan pinjaman online ilegal tidak cukup hanya melalui penegakan hukum.
Menurutnya, pendekatan edukatif melalui karya seni seperti film dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar terhindar dari praktik yang berdampak buruk terhadap kehidupan sosial dan ekonomi.
Penulis : Maztho
Kontributor : Nuzul
AswinNews.com
Mengabarkan Fakta, Mencerahkan Wawasan.
![]()
