Rembang,-ASWINNEWS.COM- Senin pagi di Desa Sidowayah terasa beda. Warung kopi “Kresen” ramai dipadati warga yang ngopi sambil ngobrol. Aroma kopi lelet dan suara tawa pengunjung bikin suasana akrab khas warung desa.
Salah satu pengunjung setia, Nurul Anwar alias Mbah Jambul, sudah langganan ngopi di Kresen tiap pagi. Ia memuji racikan kopi di warung ini.
Kopi di Kresen itu pas dan mantap. Nggak kemanisan, nggak kepahitan. Sekali seruput langsung nendang. Cocok buat orang tua kayak saya,” ujar Mbah Jambul sambil menyeruput kopinya. Senin (22/6/2026)
Tak cuma rasa, Mbah Jambul juga betah karena suasana warung. “Tempatnya enak, sejuk. Wifi-nya kencang juga. Teman teman kalau main HP bisa di sini,” tambahnya.
Lain Mbah Jambul, lain pula Sanjaya yang juga penghobi kopi. Tapi kalau Sanjaya tim kopi hitam tanpa gula.
“Saya itu penghobi kopi hitam. Setiap pagi sudah ‘melelet’ kopi, kalau belum ngopi rasanya kurang lengkap,” kata Sanjaya sambil melelet kopi diatas rokoknya
Menurutnya, Kresen jadi pilihan karena baristanya paham selera. “Minta kopi pahit, diseduhin pahit beneran. Nggak kayak di tempat lain, masih ada manis-manisnya,” ujarnya sambil tertawa.
Kresen di Sidowayah memang bukan warung biasa. Dengan harga kopi yang terjangkau, pengunjung dapat 3 paket: kopi nendang, tempat nyaman, dan wifi kencang. Tak heran kalau dari bapak-bapak pensiunan sampai anak muda WFH mampir ke sini.
Pengelola Kresen berharap warungnya bisa jadi ruang silaturahmi warga. “Ngopi itu bukan soal minumnya aja, tapi ngobrolnya. Di sini semua orang disambut,” kata Danu penjaga warung.
Ngopi enak nggak harus di kafe kota. Di desa, secangkir kopi “pas dan mantap” + wifi kencang sudah cukup bikin hari lebih semangat.
(wibowo)
![]()
