Rembang – AswinNews.com — Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan Organisasi Masyarakat (Ormas) Brandal Alif untuk menyuarakan kritik dan pengawasan terhadap sejumlah persoalan di Kabupaten Rembang.
Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 organisasi tersebut yang digelar di Alun-Alun Rembang, Minggu (14/6/2026),
Ketua Brandal Alif, Arif Yulianto, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih berada dalam pengawasan masyarakat dan sejumlah pekerjaan rumah pemerintah belum dapat dianggap selesai.
Baca Juga
Berbagi Tanpa Tapi, Divisi Sosial TEKAB Kabupaten Malang Gelar Baksos Di Panti Asuhan Al Qarni
Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri anggota Brandal Alif serta masyarakat umum.
Berbagai kegiatan sosial dan hiburan turut mewarnai peringatan tersebut, mulai dari donor darah, bazar UMKM, senam bersama hingga hiburan musik.
Dalam sambutannya, Arif Yulianto menegaskan bahwa Brandal Alif merupakan organisasi independen yang tidak berada di bawah kepentingan kelompok maupun pihak tertentu.
Menurutnya, peringatan HUT ke-3 Brandal Alif sebenarnya jatuh pada 13 Mei 2026.
Namun, pelaksanaannya baru dilakukan pada Juni setelah menyesuaikan berbagai persiapan kegiatan. Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah.
“Pemkab Rembang masih kita awasi. Brandal Alif masih ada dan akan terus mengawal kepentingan masyarakat,” tegas Arif di hadapan peserta acara.
Arif menyebutkan setidaknya terdapat beberapa persoalan yang menjadi perhatian organisasinya. Salah satunya adalah penyelesaian kasus BKD yang sempat menjadi sorotan publik. Ia meminta agar kasus tersebut segera dituntaskan secara transparan sehingga memberikan kepastian kepada masyarakat.
Selain itu, Brandal Alif juga menyatakan akan terus mengawal sektor pertambangan dan lingkungan hidup yang selama ini menjadi isu penting di Kabupaten Rembang.
Menurutnya, aktivitas pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Tidak hanya itu, organisasi tersebut juga menyatakan siap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
Sementara terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Arif mengaku menaruh harapan besar terhadap keberhasilannya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Baca juga
Siswa SMK Kabupaten Tasikmalaya Raih Emas dan Perunggu di LKS Provinsi Jawa Barat 2026
“Kita meminta penyelesaian kasus BKD, mengawal sektor tambang dan lingkungan, mengawasi program MBG, serta menunggu kejayaan KDMP. Semua itu akan terus kita kawal demi kepentingan masyarakat Rembang,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Arif mengajak masyarakat untuk memaknai Hari Lahir Pancasila sebagai semangat kemerdekaan yang sesungguhnya, yakni keberanian memperjuangkan hak-hak rakyat dan mengawasi jalannya pemerintahan.
“Di tahun 2026 ini masyarakat Rembang harus hidup merdeka. Tidak boleh ada rakyat yang merasa terjajah oleh kebijakan-kebijakan yang merugikan. Pancasila harus hadir dalam kehidupan nyata melalui keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: Adi Saputra
🖊️ Laporan Jurnalis: Adi Saputra
✍️ Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
