Malang, Aswinnews.com – Divisi Sosial TEKAB Kabupaten Malang kembali menggelar kegiatan bakti sosial rutin bulanan. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim Piatu Al Qarni yang berlokasi di Jalan Simpang L.A. Adi Sucipto No. 25, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan sosial yang mengusung semangat “Berbagi Tanpa Tapi” tersebut merupakan agenda rutin Divisi Sosial TEKAB di wilayah Malang Raya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Ketua DPW TEKAB Kabupaten Malang, Prima Sunandri, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak Panti Asuhan Al Qarni karena telah menerima rombongan untuk menyalurkan bantuan sosial berbagi berkah pada Mei 2026 ini.
- Baca Juga Kapolres Langkat Safari Jumat Di Masjid Al-Hidayah, Berikan Edukasi Kamtibmas kepada Jamaah
“Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan karena telah menerima kami untuk menyalurkan baksos berbagi berkah di Panti Asuhan Yatim Piatu Al Qarni,” ujar Prima Sunandri.
Sementara itu, pengasuh panti, Abah Ali Mustofa yang akrab disapa Abah Bajio, menceritakan awal mula berdirinya panti asuhan tersebut. Menurutnya, niat mendirikan panti muncul dari pesan para guru pesantren agar menanamkan ilmu yang bermanfaat bagi sesama.
“Berawal dari pesan guru-guru pesantren agar menanamkan ilmu yang bermanfaat, dari situlah timbul niatan untuk membuat panti asuhan ini,” tutur Abah Bajio.
Saat ini, Panti Asuhan Al Qarni dihuni 78 anak dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 60 anak tinggal menetap di panti, sementara 18 lainnya berada di luar panti namun tetap dalam pembinaan yayasan.
Dalam proses pembelajaran, terdapat dua ustadzah dan tiga ustadz yang mendampingi anak-anak asuh dengan metode pendidikan yang digagas langsung oleh Abah Bajio. Metode tersebut terbukti memberikan hasil positif, salah satunya dengan banyaknya anak asuh yang berhasil memperoleh beasiswa kuliah ke Mesir.
Selain mengelola panti asuhan yang bersumber dari bantuan para donatur, Abah Bajio juga dikenal sebagai seorang dalang dengan metode “Wayang Lali”. Melalui pertunjukan wayang tersebut, ia menyampaikan syiar dakwah, pesan moral, serta nilai-nilai agama kepada masyarakat dan anak-anak asuhnya.
Jika dalang pada umumnya membawakan kisah “Goro-Goro”, maka Abah Bajio lebih menekankan “Woro-Woro”, yakni ajakan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Saya sangat krasan tinggal di panti asuhan ini dan Abah Bajio sangat sayang kepada kami,” tutur Yusuf, salah satu penghuni Panti Asuhan Al Qarni.
Yusuf juga mengaku dirinya bersekolah di Al Faqih Pakis dan mendapatkan fasilitas antar-jemput serta uang transport dari pihak pengasuh panti.“
- Baca Juga Tegaskan Etika dan Verifikasi Informasi, Hendra Dan Abriansyah Sampaikan Klarifikasi Resmi”
Para relawan Divisi Sosial TEKAB berharap semangat pengasuh yayasan dalam mendidik anak-anak binaan dapat terus berkembang dan tidak pernah padam.
Prima Sunandri juga mengajak masyarakat, relawan, dan para dermawan untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu dan dhuafa, baik di yayasan maupun di lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat, relawan, dan dermawan yang ikut memupuk kepedulian kepada anak-anak yatim piatu dhuafa melalui kegiatan seperti ini,” pesannya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk seluruh relawan dan dermawan yang senantiasa mendukung kegiatan berbagi berkah Sahabat Yatim Divisi Sosial TEKAB Malang. Doa dipanjatkan agar seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, kemudahan dalam usaha, serta kekuatan dan keikhlasan untuk terus istiqomah menjalankan kegiatan sosial setiap bulannya.
Pewarta : Syafaat Firmansyah
Malang l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
