Pontianak, Aswinnews.com – Menyikapi beredarnya rekaman percakapan serta berbagai narasi yang berkembang di media sosial dan ruang publik, Hendra bersama Abriansyah menyampaikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Keduanya menegaskan bahwa percakapan yang beredar merupakan komunikasi internal yang bertujuan menjaga keseimbangan informasi serta mengedepankan prinsip kehati-hatian sebelum suatu informasi dipublikasikan.
Dalam keterangannya, Abriansyah menekankan pentingnya mekanisme konfirmasi, hak jawab, serta proses verifikasi yang objektif dan profesional terhadap setiap informasi yang diterima. Menurutnya, seluruh pihak perlu menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan asas praduga tak bersalah agar pemberitaan tidak berkembang menjadi opini sepihak yang berpotensi memicu kegaduhan maupun konflik berkepanjangan di ruang publik.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang sehat serta terbuka dalam menyikapi persoalan yang berkembang,” ujarnya.
Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa apabila terdapat keberatan maupun dugaan kerugian akibat informasi atau pemberitaan tertentu, penyelesaiannya diharapkan dapat ditempuh melalui mekanisme hukum dan etika pers yang berlaku, sehingga situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Pihak redaksi menyebut momentum ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi, keseimbangan pemberitaan, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang publik yang sehat dan beretika.
Ketua DPD kalimantan Budi Gaytama
Redaksi lAswinnews.com| 29 Mei 2026
![]()
