Diduga Frustasi Masalah Asmara, Seorang Pemuda di Babalan Langkat Ditemukan Tewas Gantung Diri

LANGKAT,-aswinnews.com – Warga Dusun II Bukit Belah, Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki berinisial Z (28) yang ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di dalam kamarnya, Jumat (12/6/2026) dini hari.12 Juni 2026

​Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh adik kandung korban, Edi Tri Yudha, sekitar pukul 02.15 WIB. Saat itu, saksi hendak mengambil parfum di kamar korban sebelum berangkat kerja. Namun, alangkah terkejutnya saksi saat melihat sang kakak sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali nilon yang diikatkan ke tiang besi antena di dalam kamar.

​Saksi segera memanggil ayahnya, Misdi, serta meminta bantuan warga sekitar dan perangkat desa. Kepala Desa Lubuk Kasih, Meyjoni Irawan, yang menerima laporan kemudian meneruskannya kepada Bhabinkamtibmas setempat.

​Kapolsek Babalan, AKP Eben H. Tarigan, S.H., M.H., bersama Kanit Reskrim IPDA M. Taufan, S.H., dan personel piket segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama petugas medis dari Puskesmas Tangkahan Durian, Bidan Linda Sembiring, S.Kep.

​Hasil Pemeriksaan Medis
​Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Petugas medis mengonfirmasi adanya bekas jeratan pada leher, keluarnya air liur, serta sisa air mani pada celana korban, yang merupakan ciri-ciri umum kematian akibat gantung diri.

​”Hasil olah TKP menunjukkan posisi korban tergantung dengan kaki tidak menyentuh lantai (berjarak 20 cm). Berdasarkan pemeriksaan medis, disimpulkan bahwa korban murni meninggal dunia akibat gantung diri,” ujar AKP Eben H. Tarigan.

​Motif Diduga Masalah Asmara

​Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, korban diduga kuat mengalami depresi atau frustasi terkait permasalahan asmara. Hubungan cinta korban dengan seorang perempuan kabarnya tidak mendapatkan restu dari pihak orang tua.
​Pihak Keluarga Menolak Otopsi
​Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka secara tegas menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah.

​”Keluarga korban sudah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan membuat testimoni melalui video yang disaksikan oleh perangkat desa serta warga setempat. Mereka meminta agar jenazah segera dimakamkan sesuai dengan syariat Islam,” tambah Kapolsek.

​Saat ini, pihak Polsek Babalan telah mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon sepanjang 2,5 meter dan masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi untuk melengkapi administrasi penyidikan.

(Ali Asan)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *