Categories: Bisnis dan NiagaHukum

Tagih Kepastian Nasib Industri Gula, Petani Tebu Blora Siap Gelar Aksi “Tumpah Tebu”

Blora, -aswinnews.com— Kegelisahan para petani tebu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah kian memuncak menyusul belum adanya kepastian terkait keberlangsungan industri gula di daerah tersebut.

Ribuan petani bersama elemen masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi bertajuk “Tumpah Tebu” di depan PG GMM pada Senin, 1 Juni 2026 mulai pukul 08.00 WIB.

Aksi tersebut direncanakan menjadi bentuk protes terbuka terhadap kondisi industri gula yang dinilai semakin tidak menentu dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil.

Massa aksi akan menggelar orasi, mimbar bebas, teatrikal rakyat, hingga menumpahkan tebu sebagai simbol kekecewaan petani terhadap berbagai persoalan yang belum terselesaikan.

Bagi masyarakat desa, tebu bukan sekadar komoditas pertanian. Tanaman itu menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga, mulai dari petani, buruh tebang, sopir angkutan, pekerja bongkar muat, hingga pedagang kecil yang menggantungkan roda ekonomi dari musim giling.

Situasi yang terjadi di PG GMM disebut telah memukul perputaran ekonomi masyarakat di wilayah sentra tebu. Tidak hanya petani yang terdampak, tetapi juga sektor usaha kecil di desa-desa sekitar yang ikut lesu akibat berhentinya aktivitas industri gula.

Koordinator aksi dari Front Blora Selatan, Exy Wijaya, mengatakan aksi tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan petani yang merasa terlalu lama menunggu kepastian.

“Petani sudah berkali-kali diminta bersabar, tetapi yang diterima justru ketidakjelasan. Kami membawa tebu sebagai simbol jerih payah rakyat yang jangan sampai dipermainkan. Kalau negara terus membiarkan rakyat kecil menanggung dampak krisis sendirian, maka gelombang perlawanan akan terus membesar,” ujar Exy, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai petani tidak boleh terus dijadikan pihak yang paling dirugikan dalam persoalan tata kelola industri gula.

“Yang bekerja di sawah rakyat, yang menanggung dampaknya juga rakyat. Jangan sampai petani hanya dijadikan penyangga ketika industri sedang bermasalah,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo. Menurutnya, persoalan yang terjadi saat ini sudah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa.

“Tebu ini sumber penghidupan masyarakat. Dari hasil tebu, petani membiayai sekolah anak, memenuhi kebutuhan rumah tangga, hingga menghidupi para pekerja di sektor tebang dan angkut. Kalau kondisi industri gula terus tidak jelas dan petani ikut dikorbankan, dampaknya sangat luas,” kata Anton.

Anton juga meminta pemerintah pusat dan DPR RI turun langsung melihat kondisi para petani di lapangan.

“Kami berharap Komisi IV dan Komisi VI DPR RI datang langsung ke Blora agar mengetahui kondisi sebenarnya. Jangan hanya menerima laporan di pusat. Negara harus hadir mendengar suara petani,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Paguyuban Petani Tebu Blora, Hairul Anwar, menyoroti pentingnya keterbukaan terkait persoalan keuangan PG GMM yang disebut memiliki beban utang hingga sekitar Rp2 triliun.

“Masalah utang perusahaan harus disampaikan secara transparan kepada publik. Petani jangan sampai menjadi korban dari persoalan manajemen perusahaan. Kami menolak jika rakyat kecil harus ikut menanggung dampak kesalahan tata kelola,” ujarnya.

Hairul menambahkan, apabila persoalan industri gula tidak segera diselesaikan secara adil, maka dampaknya akan semakin terasa di tingkat desa.

“Ketika petani jatuh, ekonomi desa ikut terpukul. Warung sepi, buruh kehilangan pekerjaan, dan angka pengangguran bisa meningkat. Ini bukan hanya soal perusahaan, tetapi menyangkut kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Aksi “Tumpah Tebu” diperkirakan menjadi salah satu konsolidasi terbesar petani tebu di Blora dalam beberapa tahun terakhir. Lewat aksi tersebut, massa ingin menunjukkan bahwa keresahan petani tidak lagi bisa dianggap sepele.

(wibowo)

admin

Recent Posts

Wali Kota Langsa Tinjau Genangan Air Pascahujan, Instruksikan OPD Sigap Tangani Titik-Titik Rawan

Kota Langsa – Aswinnews. com- Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turun langsung…

4 jam ago

DPP F-HUKATAN KSBSI HOLDS BPJS KETENAGAKERJAAN SOCIALIZATION WORKSHOP

Effort to Increase Protection for Workers in 5 Sectors in Lampung Province under the HUKATAN…

5 jam ago

DPP F-HUKATAN KSBSI Gelar Workshop Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Perlindungan Buruh Lima Sektor di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Aswinnews.com – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan,…

5 jam ago

Bupati Asmar Sambut Lawatan Persatuan Ketua Kampung Negeri Melaka, Perkuat Kerja Sama Serumpun Indonesia-Malaysia

MERANTI, Aswinnews.com – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut secara resmi kunjungan lawatan…

5 jam ago

Pasien Batuk Parah, Sesak hingga Kejang Mengaku Tidak Mendapat Pelayanan IGD RSUD M. Yunus, Dinkes Diminta Lakukan Evaluasi

BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…

11 jam ago

Unfit Indonesian Rupiah Banknotes Transformed into Green Energy, Bank Indonesia and Solusi Bangun Andalas Collaborate in Aceh

LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…

13 jam ago