Oplus_16908288
BENGKULU, Aswinnews.com – Penantian panjang selama 13 tahun akhirnya terbayar lunas. Nenek Samaniah (76), warga Jalan Danau Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, tak kuasa menahan haru saat akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur saat bergabung bersama rombongan jemaah haji kloter 5 asal Provinsi Bengkulu, sebelum bertolak menuju Madinah, Arab Saudi.
Perjalanan spiritual ini bukanlah hal mudah. Nenek Samaniah telah mendaftar haji sejak tahun 2013 dan harus menunggu lebih dari satu dekade untuk mendapatkan kesempatan berangkat.
“ Saya terharu, karena sebelumnya banyak rintangan, baik moril maupun materil. Alhamdulillah anak-anak saya bekerja sama membantu hingga semua ini bisa terwujud,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia menyebutkan anak-anaknya, Dewi, Dian, dan Man, turut berperan besar dalam mewujudkan impian tersebut. Termasuk anak sulungnya, Kael Oelil Amri, yang berusaha keras membantu menyediakan biaya hingga keberangkatan ini menjadi kenyataan.
Kehidupan Nenek Samaniah penuh perjuangan. Sejak ditinggal suaminya sekitar 19 tahun lalu, ia harus membesarkan lima anak seorang diri. Kini, ia telah memiliki enam cucu yang menjadi bagian dari kebahagiaan hidupnya.
Di usianya yang tidak lagi muda, Nenek Samaniah tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia berangkat bersama keluarga, termasuk keponakan dari almarhum suaminya, Masita dan suami, yang menambah makna perjalanan sucinya.
Menjelang keberangkatan pada Senin (27/4) sore, kondisi kesehatannya sempat menurun. Namun kabar keberangkatan justru menjadi sumber kekuatan baru baginya.
“Emak kami sudah cukup tua dan kami sempat khawatir. Tapi setelah tahu akan berangkat ke Tanah Suci, semangatnya luar biasa. Semoga tetap sehat sampai pulang nanti,” ungkap Kael, anak pertama Nenek Samaniah.
Sebagai bentuk rasa syukur, keluarga besar menggelar tasyakuran sebelum keberangkatan. Acara tersebut dihadiri kerabat dan keluarga yang turut mendoakan kelancaran ibadah hajinya.
“Semoga emak sehat dan hajinya mabrur,” doa Kael.
Kisah Nenek Samaniah menjadi bukti nyata bahwa keteguhan hati dan kesabaran mampu mengantarkan seseorang meraih impian, meski harus menunggu bertahun-tahun. Di tengah keterbatasan usia dan kondisi fisik, semangatnya menjadi inspirasi bahwa panggilan ibadah akan selalu menemukan jalannya bagi mereka yang bersungguh-sungguh.
(Pewarta: Feronike Agusfriana/Rattu)l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Majalengka – AswinNews.com — Tim futsal SMA Negeri 1 Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, berhasil menorehkan prestasi…
Indramayu – AswinNews.com — Kepala Kemenhaj Drs. H. Effendy, M.Hi menjadi narasumber dalam Seminar Inspirasi…
Kulonprogo – AswinNews.com — Warga Kabupaten Kulonprogo digegerkan dengan kabar dugaan praktik pungutan liar (pungli)…
Indramayu – AswinNews.com — Amitra FIF Group (PT Federal International Finance) menggelar Seminar Inspirasi Haji…
Sekadau – AswinNews.com — Di sebuah sudut santai bernama Pondok Coffee, percakapan itu berlangsung tanpa…
Langkat – AswinNews.com — Ratusan jamaah ibu-ibu memadati Masjid Jamik Arrahman, Desa Raja Tengah, Kecamatan…