Sekadau – AswinNews.com — Di sebuah sudut santai bernama Pondok Coffee, percakapan itu berlangsung tanpa podium, tanpa protokoler yang kaku. Namun justru di ruang seperti itulah, gagasan tentang masa depan pers Kalimantan Barat diuji: apakah sinergi antarorganisasi wartawan masih sebatas jargon, atau bisa diturunkan menjadi kerja nyata.
Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat datang bukan sekadar bersilaturahmi. Di hadapan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar, Kundori, mereka membawa satu kegelisahan lama: fragmentasi di tubuh pers yang kerap melemahkan kualitas informasi di daerah.
Hadir dalam pertemuan itu, Budi Gautama, Irfan Tiago Usman, serta Sy.. Muksin yang juga dikenal sebagai Wakil Pimpinan Redaksi Media Mitra Mabes.
Mereka tidak datang dengan proposal formal, melainkan dengan satu dorongan: memperbaiki komunikasi yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
“Persoalannya bukan pada kurangnya organisasi, tapi minimnya irisan kerja,” ujar Muksin.
Baginya, sinergi tidak cukup di level wacana.
Ia harus hadir dalam praktik nyata, mulai dari peliputan bersama, pertukaran data, hingga penguatan standar etik yang seragam.
Kundori menangkap pesan itu dengan nada yang tak kalah serius.
Di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi, ia melihat kebutuhan mendesak untuk merapatkan barisan.
“Pers tidak boleh berjalan dalam sekat-sekat ego organisasi.
Yang kita jaga adalah kepercayaan publik,” katanya.
Pertemuan di Sekadau ini memang jauh dari hingar-bingar deklarasi besar.
Tidak ada penandatanganan nota kesepahaman, tidak pula agenda seremonial berlebihan.
Namun justru di situlah letak signifikansinya: sebuah upaya merawat kembali fondasi dasar jurnalisme—kepercayaan, akurasi, dan keberimbangan—melalui komunikasi yang setara.
Di tingkat daerah seperti Sekadau, di mana akses informasi sering kali terbatas dan tantangan verifikasi lebih kompleks, kolaborasi lintas organisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Tanpa itu, pers berisiko terjebak dalam kompetisi yang dangkal—cepat, tetapi rapuh.
Langkah ASWIN dan PWI ini mungkin baru awal. Namun jika dijaga secara konsisten, ia bisa menjadi model kecil tentang bagaimana organisasi pers seharusnya. bekerja: bukan saling menegaskan identitas, melainkan memperkuat fungsi.
Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan nama organisasi, melainkan kualitas informasi yang sampai ke masyarakat.
🖊️ Laporan Jurnalis: Irfan Tiago Usman
✍️ Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Majalengka – AswinNews.com — Tim futsal SMA Negeri 1 Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, berhasil menorehkan prestasi…
Indramayu – AswinNews.com — Kepala Kemenhaj Drs. H. Effendy, M.Hi menjadi narasumber dalam Seminar Inspirasi…
Kulonprogo – AswinNews.com — Warga Kabupaten Kulonprogo digegerkan dengan kabar dugaan praktik pungutan liar (pungli)…
Indramayu – AswinNews.com — Amitra FIF Group (PT Federal International Finance) menggelar Seminar Inspirasi Haji…
Langkat – AswinNews.com — Ratusan jamaah ibu-ibu memadati Masjid Jamik Arrahman, Desa Raja Tengah, Kecamatan…
Tasikmalaya – AswinNews.com —Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya menggelar audiensi dengan Ketua Majelis…