SURABAYA, Aswinnews.com – Aliansi Madura Indonesia (AMI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia cukai yang menyeret sejumlah pihak, termasuk kalangan pengusaha rokok.
Salah satu nama yang mencuat adalah Muhammad Suryo, pengusaha asal Madura dengan merek rokok HS. Ia diketahui telah diperiksa oleh KPK guna mendalami alur dugaan korupsi dalam proses pengurusan pita cukai.
Baca Juga Keributan Saat Hajatan Berujung Maut Di Purwakarta, Tuan Rumah Meninggal Dunia
Desakan Tegas AMI
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut tidak boleh berhenti pada tahapan formalitas semata.
“Kami mendesak KPK untuk serius dan tidak tebang pilih. Jika memang ada dugaan aliran dana dalam jumlah besar, maka harus ditelusuri sampai ke akar-akarnya, termasuk kepada pihak-pihak yang sudah diperiksa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak ragu menindak siapa pun yang terlibat, tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan ekonomi.

“Jangan sampai publik melihat ada perlakuan berbeda. Hukum harus berdiri tegak. Kalau memang ada keterlibatan, siapapun itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Potensi Bongkar Jaringan Lama
AMI menilai kasus ini berpotensi menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik lama yang selama ini diduga merugikan negara, khususnya di sektor cukai.
“Ini momentum bagi KPK untuk membuktikan keberanian. Bongkar secara terang siapa saja yang bermain. Jangan sampai kasus ini berhenti di tengah jalan,” ujar Baihaki.
Siap Kawal Hingga Aksi Massa
Sebagai bentuk keseriusan, AMI menyatakan siap mengawal jalannya proses hukum. Bahkan, mereka membuka opsi aksi massa apabila penanganan perkara dinilai tidak transparan.
“Kami tidak akan diam. Jika ada indikasi permainan atau perlindungan terhadap pihak tertentu, AMI siap turun langsung memastikan hukum tidak dipermainkan,” pungkasnya.
KPK Masih Dalami Kasus
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah pihak dalam kasus dugaan korupsi di sektor cukai tersebut.
Penulis: Lilis l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
