Categories: umum

Dinamika Internal Memanas, Manajer Tim Putri BK Porprov Sesalkan Sikap Dingin Disporaparbud

Purwakarta – AswinNews.com —
Dinamika internal menjelang pelaksanaan BK Porprov di Kabupaten Purwakarta kian memanas. Manajer Tim Putri BK Porprov, Yeni Nuraeni, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap lambatnya respons Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) dalam menangani persoalan yang membelit timnya.

Yeni menegaskan bahwa persoalan utama yang ia soroti bukan semata soal anggaran, melainkan minimnya kepedulian dan pendampingan dari pihak dinas terhadap kondisi internal kepengurusan tim.

“Keberhasilan adalah buah dari proses panjang yang kami jalani dengan penuh pengorbanan, baik materi maupun tenaga.
Namun sangat disayangkan, perjuangan tersebut seolah diabaikan tanpa ada apresiasi maupun solusi konkret dari pihak dinas,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung komitmen Kepala Disporaparbud yang sebelumnya berjanji akan memfasilitasi mediasi atau tabayyun dengan pihak PSSI Purwakarta.
Namun hingga kini, janji tersebut dinilai belum terealisasi.

Kekecewaan semakin bertambah akibat pola koordinasi birokrasi yang dinilai tidak efektif.
Yeni mengaku mengalami kebuntuan komunikasi karena terus diarahkan dari satu pejabat ke pejabat lainnya tanpa kepastian penyelesaian.

“Kami sudah menunggu cukup lama.

Komunikasi hanya berputar dari Kepala Dinas ke Kepala Bidang, namun tidak ada titik temu dengan alasan Ketua PSSI belum bisa ditemui.
Ini menunjukkan birokrasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Yeni pun mendesak Disporaparbud agar tidak berlindung di balik alasan keterbatasan anggaran.

Menurutnya, nasib atlet dan pengurus yang telah berjuang membawa nama baik daerah kini terabaikan akibat ketidakjelasan sikap.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kondisi ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas, terutama terkait dana talangan yang telah digunakan untuk kebutuhan operasional tim.

Sementara itu, bendahara Tim Putri Purwakarta saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan keberatannya atas situasi yang terjadi.

“Terkait dana talangan yang telah mencapai lebih dari Rp40 juta, saya merasa sangat keberatan dengan kondisi saat ini.
Minimnya tanggung jawab serta sulitnya komunikasi membuat saya dirugikan. Saya berharap ada komitmen nyata agar dana tersebut segera dikembalikan sesuai janji awal,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disporaparbud Kabupaten Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.

(Yos)
🖊️ Laporan Jurnalis: Yos
✍️ Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

Abah Roy / Rohiman

Recent Posts

Pengolahan Kepala Ikan Jadi Tepung Pakan di PT Indo Seafood Kembali Aktif, PSDKP: Fasilitas Limbah Sudah Siap

Rembang,-aswinnews.com- PT Indoseafood (ISF) resmi kembali beroperasi setelah menyelesaikan seluruh proses perbaikan yang disyaratkan oleh…

14 menit ago

Perkuat Birokrasi, Pemkab Kepulauan Meranti Lantik Lima Pejabat Administrator dan Pengawas

MERANTI –aswinnews.com- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik lima pejabat Administrator…

29 menit ago

Musrenbangdes Desa Namotongan Tahun 2026 Bahas Penyusunan RKPDes 2027, Prioritaskan Infrastruktur dan Air Bersih

Kutambaru – ASWINNEWS.COM- Pemerintah Desa Namotongan, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa…

39 menit ago

Wali Kota Langsa Tinjau Genangan Air Pascahujan, Instruksikan OPD Sigap Tangani Titik-Titik Rawan

Kota Langsa – Aswinnews. com- Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turun langsung…

6 jam ago

DPP F-HUKATAN KSBSI HOLDS BPJS KETENAGAKERJAAN SOCIALIZATION WORKSHOP

Effort to Increase Protection for Workers in 5 Sectors in Lampung Province under the HUKATAN…

6 jam ago

DPP F-HUKATAN KSBSI Gelar Workshop Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Perlindungan Buruh Lima Sektor di Lampung

BANDAR LAMPUNG – Aswinnews.com – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan,…

7 jam ago