Selamat Kepada dr. Muhazar: Kepemimpinan Baru Direktur RSUDZA Sebagai Awal Pembenahan Serius Layanan Kesehatan Aceh

BANDA ACEH, 1 Maret 2026 — Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh sekaligus mantan anggota DPRK Pidie, Drs. Isa Alima, memberikan ucapan selamat kepada dr. Muhazar atas amanah yang diembannya sebagai Direktur RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA).

Menurut Isa Alima, keputusan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), tersebut merupakan titik awal penting yang mencerminkan komitmen serius Pemerintah Aceh dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan strategis.

“Penunjukan ini tak sekadar rotasi jabatan, melainkan wujud arah kebijakan yang jelas. RSUDZA adalah simpul utama layanan rujukan di Aceh, dan sosok pemimpin yang memahami betul dinamika medis sekaligus manajerial, membuka peluang besar bagi peningkatan mutu pelayanan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ia menambahkan, kualitas layanan kesehatan bukan semata ditentukan oleh kecanggihan peralatan atau kemegahan fasilitas, melainkan oleh ketepatan respons, kecepatan pengambilan keputusan, serta sikap empati tenaga medis terhadap pasien dan keluarga.

Isa Alima menegaskan bahwa penunjukan dr. Muhazar wajib dipahami sebagai tanda komitmen memperbaiki tata kelola, menegakkan disiplin pelayanan, dan meninggalkan pola lama yang kerap kali menghambat akses dan menurunkan kualitas pelayanan medis.

“Reformasi kesehatan harus melampaui sekadar perubahan struktur. Ia harus hidup dalam budaya kerja yang membudayakan etika pelayanan dan keberanian bertindak, apalagi saat nyawa manusia menjadi taruhan,” ujarnya tegas.

Lebih jauh, Isa mendorong agar kepemimpinan baru mampu menguatkan sinergi antara dokter, perawat, manajemen rumah sakit, dan pemerintah daerah. “Dengan kolaborasi yang erat, RSUDZA bukan hanya akan menjadi pusat rujukan, namun juga pusat unggulan layanan yang membanggakan Aceh,” ujar Isa Alima.

Ia menambahkan, “Apabila dikelola dengan visi dan konsistensi yang jangka panjang, Direktur RSUDZA akan menjadi wajah baru pelayanan publik yang cepat, adil, dan manusiawi—apa yang sangat dinantikan oleh masyarakat Aceh.”

Akhir kata, Isa Alima menilai amanah yang disandang dr. Muhazar menjadi momentum krusial yang harus dijaga berkelanjutan agar pembenahan layanan kesehatan di Aceh benar-benar menjadi nyata dan bukan sekadar wacana kosong.

Jurnalist,Drs.M.Isa Alima

Redaksi AswinNews.Com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *