Mandeknya Surat Rekomendasi GEMAN, BNN Tebingtinggi Dituding Tak Transparan: Ada Apa di Balik Diamnya Kompol Hendro?

🖊️ Reporter: Ibnu/Tim Investigasi AswinNews
📍 Kontributor: GEMAN & Sumber Lapangan
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

TEBINGTINGGI –
Upaya Gerakan Masyarakat Anti Narkoba (GEMAN) Kota Tebingtinggi untuk menjalin sinergi resmi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebingtinggi kini menghadapi jalan terjal. Surat permohonan rekomendasi organisasi yang diajukan GEMAN sejak beberapa waktu lalu belum juga mendapat kepastian. Tak hanya itu, mereka menyebut adanya dugaan pemersulitan dan sikap tertutup dari pejabat BNN setempat.

Tim investigasi AswinNews.com menelusuri kisruh ini sejak laporan masyarakat dan pengurus GEMAN yang kecewa karena tak kunjung menerima surat rekomendasi resmi dari BNN. Surat ini dibutuhkan sebagai dasar legal kerja sama antarlembaga dalam kegiatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).


🔍 Tiga Kali Datang, Kepala BNN Tak Pernah Hadir

Pada Senin (23/6/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, pengurus GEMAN kembali mendatangi kantor BNN Tebingtinggi di Jalan HM Yamin. Tujuan mereka sederhana: bertemu langsung dengan Kepala BNN Tebingtinggi, Kompol Hendro Wibowo, S.IP., M.M., M.Si. Namun seperti dua kunjungan sebelumnya, permohonan audiensi itu tidak juga terpenuhi.

“Kami datang baik-baik, ingin membangun sinergi. Tapi sudah tiga kali ke sini, tidak pernah diterima langsung, bahkan dijanjikan pun tidak,” kata Suheri alias Gogon, Ketua GEMAN, kepada AswinNews.com. Ia datang didampingi Sekjen Azwin dan penasihat organisasi, Ustadz Muslim Chan.

GEMAN, yang baru terbentuk awal tahun ini, mengklaim memiliki jaringan aktif yang siap menjadi perpanjangan tangan kampanye anti-narkoba di akar rumput. Organisasi ini juga terafiliasi dengan MTPI (Majelis Taklim Persaudaraan Indonesia), yang banyak bergerak dalam edukasi komunitas berbasis keagamaan.


📁 Surat Rekomendasi Tak Kunjung Diterbitkan

Tim investigasi mencoba menelusuri dasar administratif dari persoalan ini. Berdasarkan dokumen internal GEMAN, surat permohonan rekomendasi telah diajukan secara resmi sejak awal Juni 2025. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada surat balasan atau tindak lanjut tertulis dari BNN Tebingtinggi.

“Jika memang ada syarat kurang, kami siap melengkapi. Tapi hingga kini, surat kami seperti diabaikan. Ini jadi preseden buruk dalam kerja kolaboratif anti-narkoba,” tambah Azwin, Sekretaris GEMAN.

AswinNews mencoba menghubungi pihak Humas BNN Tebingtinggi dan Kompol Hendro melalui nomor resmi dan pesan elektronik, namun belum mendapatkan jawaban hingga tenggat penyusunan laporan.


🧩 Pertanyaan yang Menggantung: Sinergi atau Seleksi Sepihak?

Pakar kebijakan publik dan advokat HAM lokal, M. Fadli Nasution, menyebut, dalam konteks pemberdayaan masyarakat sipil, seharusnya lembaga seperti BNN menjadi pihak yang terbuka dan mendukung inisiatif kolaboratif.

“Kalau ada organisasi yang jelas visi misinya sejalan dengan agenda negara, maka menunda atau mempersulit tanpa alasan jelas bisa dianggap bentuk pelemahan partisipasi publik,” ujar Fadli kepada AswinNews.com.


💬 “Kami Akan Mengadu ke Walikota dan DPRD”

Tidak tinggal diam, GEMAN berencana mengirimkan surat resmi kepada Walikota Tebingtinggi dan Ketua DPRD setempat. Mereka meminta agar permasalahan ini dibuka secara transparan dan menjadi perhatian bersama.

“Kami ingin tahu, apakah benar BNN bekerja maksimal di kota ini? Jangan sampai lembaga negara justru menghambat gerakan moral masyarakat yang ingin membantu,” tegas Ustadz Muslim Chan.

Pernyataan keras juga dilontarkan pengurus lainnya yang menilai P4GN di Kota Lemang mulai kehilangan taring. “Kami justru mempertanyakan, seberapa aktif BNN sebenarnya? Karena jika tidak didukung masyarakat, narkoba akan terus merajalela,” tambah Azwin.


⚖️ Apa Selanjutnya?

Tim AswinNews.com masih mencoba menggali klarifikasi lebih lanjut dari pihak BNN dan juga pemerintah kota. Keterbukaan lembaga negara dalam merespons partisipasi masyarakat akan menjadi ujian penting di tengah merebaknya ancaman narkoba dan tuntutan sinergi multipihak.

Di tengah meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika di Tebingtinggi, kisruh rekomendasi GEMAN menjadi refleksi peliknya koordinasi antaraktor dalam perang melawan narkoba. Apakah ini hanya miskomunikasi administratif, atau ada agenda lain yang tersembunyi?

Publik layak tahu.


📌 Liputan investigasi ini akan terus diperbarui berdasarkan temuan dan tanggapan dari pihak terkait.

📣 #InvestigasiNarkoba #BNNTebingTinggi #GEMAN #P4GN #AswinNews

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *