Oleh: Drs. M. Isa Alima
Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pidie
PIDIE -aswinnews.com- menjadi penanda 18 tahun perjalanan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Bagi Drs. M. Isa Alima, mantan Ketua DPC Partai Gerindra dan juga mantan Anggota DPR Kabupaten Pidie, momen ini adalah cermin perjalanan panjang sebuah partai yang lahir dari kegelisahan, ditempa oleh perlawanan, dan kini berdiri tegak di puncak sejarah bangsa.Tanggal 6 Februari 2026

Gerindra lahir pada 6 Februari 2008, di tengah situasi bangsa yang sedang mencari arah. Dari kegelisahan itulah Gerindra hadir membawa semangat keberanian, kedaulatan, dan keadilan sosial sebagai napas perjuangan.
Isa Alima, yang telah menjadi bagian dari Gerindra sejak awal, menyaksikan sendiri detik-detik awal kelahiran partai ini di Aceh. Sejak 2008, ia turut menanam benih perjuangan partai ini di tanah Serambi Mekkah.
“Jalan itu tidak selalu lapang. Ia sering sunyi, berdebu, bahkan penuh kerikil pengorbanan. Namun keyakinan kami satu: Gerindra harus tumbuh dari bawah, bersama rakyat, dan untuk rakyat,” ungkap Isa Alima.
Di Kabupaten Pidie, Isa Alima memikul amanah sebagai Ketua DPC Partai Gerindra dari 2008 hingga 2018. Tahun-tahun itu adalah masa pembuktian bahwa Gerindra bukan sekadar nama atau simbol, tetapi kerja nyata menguatkan struktur, mendidik kader, dan merawat kepercayaan rakyat.
Puncak Kepemimpinan Nasional
Waktu membuktikan bahwa partai yang lahir dari idealisme, jika dijaga dengan kesetiaan pada nilai, akan menemukan jalannya sendiri. Hari ini, Gerindra telah tumbuh dewasa dan menjadi kekuatan politik nasional yang memikul amanah besar sejarah.
Puncak dari perjalanan panjang itu kini nyata di hadapan kita. Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto, resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Namun, Isa Alima mengingatkan bahwa kekuasaan bukanlah garis akhir, melainkan ujian yang lebih berat. Di usia ke-18 ini, Gerindra dituntut untuk membuktikan kedewasaannya menjadi partai yang tidak silau oleh kuasa, tidak lupa oleh asal-usul, dan tetap setia pada janji perjuangan.
“Bagi kami yang ikut menanam dari awal, ulang tahun ke-18 ini adalah saat menundukkan kepala bukan karena lelah, tetapi karena syukur. Syukur karena benih itu tumbuh, karena perjuangan tidak sia-sia, dan karena bangsa ini kini dipimpin oleh sosok yang lahir dari rahim perjuangan panjang,” tuturnya.
Di akhir tulisannya, Isa Alima menyampaikan selamat ulang tahun ke-18 kepada Partai Gerindra. Ia berharap agar Gerindra terus menjadi rumah perjuangan, tempat idealisme tidak kehilangan arah, dan kekuasaan tetap tunduk pada nurani rakyat.
![]()
