Surabaya – AswinNews.com —
Belakangan ini, tensi sosial di Kota Surabaya terpantau meningkat seiring munculnya sejumlah isu yang viral di media sosial.
Dua persoalan yang paling menyita perhatian publik adalah carut-marut parkir liar serta kasus perobohan rumah Nenek Eliana di kawasan Kuwukan.
Fenomena tersebut memunculkan beragam reaksi masyarakat dan memicu perdebatan luas di ruang digital. Sebagai Arek Suroboyo, masyarakat diimbau untuk menyikapi persoalan ini secara jernih agar tidak terjebak pada polarisasi dan konflik horizontal.
Media sosial dinilai memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Konten berupa potongan video tanpa konteks utuh kerap memicu emosi warganet. Dalam kasus Nenek Eliana, narasi yang berkembang lebih dulu membakar sentimen publik sebelum adanya penjelasan resmi terkait sengketa kepemilikan lahan.
Sementara itu, persoalan parkir liar bukan sekadar soal kemacetan, melainkan juga menyangkut persoalan ekonomi, ketertiban niaga, dan ruang hidup. Ketika warga merasa terbebani dan juru parkir merasa terdesak, media sosial kerap menjadi pemicu konflik terbuka di lapangan.
Kondisi tersebut diperparah oleh krisis kepercayaan terhadap lambannya respons pemerintah atau aparat. Akibatnya, konten viral kerap mengambil alih peran penentu kebenaran di mata publik, yang berpotensi memicu aksi main hakim sendiri.
Menanggapi situasi ini, Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menilai perlu adanya langkah strategis untuk meredam konflik dan menjaga kondusivitas kota.
Digitalisasi sistem parkir non-tunai dinilai dapat menjadi solusi untuk menutup celah pungutan liar sekaligus memberikan perlindungan hukum dan ekonomi bagi juru parkir resmi.
Selain itu, penyelesaian konflik sosial juga perlu mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan musyawarah melalui mediasi berbasis nilai lokal “Roso Suroboyo”. Literasi digital masyarakat serta penguatan forum pembauran di tingkat RW juga dinilai penting agar persoalan lingkungan dapat diselesaikan sejak dini sebelum meluas di media sosial.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan marwah Surabaya sebagai kota yang aman, nyaman, dan humanis bagi seluruh warganya.
🖊️ Laporan Jurnalis: Herry Bimantara
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
