Penulis Desi Mayasari l Editor Rahmat kartolo Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
BENGKALIS – ASWINNEWS.COM – Saat sebagian memilih larut dalam perayaan, Bengkalis Event Organizer (BEO) justru mengambil jalan berbeda. Pada Milad ke-4, BEO menanggalkan euforia dan mengangkat tema “Pray for Sumatra” sebagai bentuk gugatan moral terhadap hiburan yang abai pada penderitaan.
Perayaan ini tidak diposisikan sebagai ajang pesta, melainkan ruang refleksi dan kepedulian. Doa bersama dan aksi sosial menjadi inti kegiatan, menegaskan bahwa kreativitas sejatinya memiliki tanggung jawab sosial, terutama di saat Sumatra masih dilanda berbagai bencana dan krisis kemanusiaan.
Ketua BEO, Muhammad Rahim atau Adek, menyampaikan bahwa tema tersebut lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat di berbagai daerah. Ia menilai komunitas kreatif memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran dan empati publik, bukan sekadar menyajikan hiburan.
“Berkarya tidak cukup hanya menghibur. Di situasi seperti ini, kreativitas harus hadir sebagai suara kepedulian,” ujar Adek.
Sebagai wujud komitmen, BEO berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Bengkalis dalam menyalurkan bantuan dan menggalang solidaritas. Langkah ini menegaskan bahwa kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan berhenti pada simbol dan slogan.
Milad ke-4 BEO Bengkalis pun menjadi penanda sikap tegas: panggung hiburan bisa berubah menjadi mimbar nurani. Melalui Pray for Sumatra, BEO mengajak semua pihak untuk berhenti sejenak dari sorak sorai dan kembali mendengar suara kemanusiaan yang membutuhkan uluran tangan.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
