Jakarta – AswinNews.com —
Ekonomi kreatif memiliki peran penting karena sifatnya yang inklusif, dapat diakses siapa saja tanpa memandang latar belakang. Selain hambatan masuknya yang relatif rendah, sektor ini mendorong inovasi dan terbukti tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Dalam rangka mendorong kolaborasi dan pertukaran ide, EKRAF dan KataKreatif menyelenggarakan talkshow CREATIVE CITIES CONNECT selama dua hari, 11–12 Desember 2025, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan enam sesi talkshow yang membahas berbagai aspek ekonomi kreatif dan pengembangan kota kreatif
Sektor ekonomi kreatif (ekraf) berkontribusi 10,8% terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta. Tercatat ada 158 penerbit yang berdomisili di provinsi DKI Jakarta. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan PDRB DKI Jakarta pada periode 2016–2018 untuk subsektor kreatif mencatat angka sebagai berikut:
Desain Interior: 8,28%
Fashion: 8,39%
Musik: 8,54%
Fotografi: 8,66%
Desain Komunikasi Visual: 8,85%
Film, Animasi, Video: 9,28%
Seni Pertunjukan: 9,33%
Desain Produk: 9,39%
Periklanan: 9,52%
Kriya: 9,75%
Arsitektur: 9,52%
Televisi dan Radio: 9,91%
Aplikasi & Game Developer: 10,19%
Penerbitan: 10,50%
Subsektor penerbitan buku memiliki mata rantai yang panjang, mencakup perputaran uang tunai, transaksi digital via QRIS, kartu kredit, hingga metode pembayaran lainnya. Distribusi buku melibatkan perusahaan ekspedisi seperti J&T, Gosend, JNE, Wahana, serta penjualan melalui e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli. Selain itu, percetakan buku membutuhkan pasokan tinta dan kertas, termasuk impor. Pameran buku di Jakarta juga mendorong sektor transportasi publik, parkir, kuliner, layanan MICE, dan akomodasi.
Seni pertunjukan tradisional, seperti Reog Ponorogo, telah menjadi identitas Kabupaten Ponorogo sekaligus tulang punggung perekonomian. Dari busana penari, industri pengrajin, hingga sektor kuliner saat pertunjukan digelar, Reog mampu menyerap tenaga kerja dan memberi kontribusi bagi pendapatan daerah. Selain sebagai penggerak ekonomi lokal, Reog juga memfasilitasi legalitas UMKM sehingga produk kreatif lokal bisa menembus pasar internasional.
Pemerintah daerah bersama UNESCO Creative Cities Network (UCCN) mendorong kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan akademisi. Penguatan regulasi dan ekosistem kreatif dari pertunjukan rakyat dapat berkembang menjadi festival tahunan dan even nasional, sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya. Tren investasi lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan minat baik dari investor lokal, nasional, maupun internasional.
🖊️ Laporan Jurnalis: Ine
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Kota Langsa – Aswinnews. com- Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turun langsung…
Effort to Increase Protection for Workers in 5 Sectors in Lampung Province under the HUKATAN…
BANDAR LAMPUNG – Aswinnews.com – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan,…
MERANTI, Aswinnews.com – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut secara resmi kunjungan lawatan…
BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…
LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…