LOMBOK TENGAH – AswinNews.com — Kondisi jalan di Desa Banyu Urip, khususnya wilayah Dusun Prapak, kembali menjadi sorotan warga setelah kerusakannya semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Jalan berlubang, berlumpur, dan tergenang air membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari pelajar, petani, hingga warga yang membutuhkan akses darurat.
Sorotan itu mencuat setelah Bajurik, tokoh pemuda Dusun Prapak yang dikenal vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat, secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta Kecamatan Praya untuk segera melakukan perbaikan. Dalam rapat silaturahmi yang digelar di Balai Desa Banyu Urip pada Minggu (7/12/2025), ia menyampaikan keprihatinan mendalam bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lebih dari enam bulan tanpa perbaikan berarti.
“Kita tidak bisa lagi menutup mata. Setiap hari warga menghadapi risiko kecelakaan hanya untuk keluar dari dusun,” tegas Bajurik di hadapan ratusan warga, tokoh masyarakat, dan para perangkat dusun.
Untuk memperkuat penyampaian, Bajurik menayangkan dokumentasi foto dan video yang menunjukkan anak-anak sekolah berjalan hati-hati melewati genangan air, sepeda motor terjatuh akibat lubang jalan, hingga truk yang enggan melintas karena permukaan jalan terlalu parah. Situasi ini, menurutnya, telah menekan perekonomian warga, terutama petani yang terpaksa menjual hasil panen di luar dusun dengan harga lebih rendah karena kendaraan pengangkut tidak bisa masuk.
Sejumlah warga turut menyuarakan kesulitan mereka. Siti Maryam (35), warga Lingkungan III, mengaku sering terjatuh ketika membawa belanjaan dari pasar. Sementara Ahmad Syah (42), petani, mengungkapkan pendapatan mereka menurun drastis hingga separuh lantaran truk pembeli padi enggan masuk ke wilayah dusun.
Upaya swadaya warga juga telah dilakukan, termasuk menimbun lubang-lubang jalan menggunakan tanah dan batu. Namun, setiap diguyur hujan, perbaikan sementara itu kembali hilang. Karena itu, Bajurik menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil langkah konkret.
Bajurik mengajukan tiga tuntutan utama:
- Segera melakukan survei dan perencanaan teknis perbaikan jalan di Dusun Prapak.
- Mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD untuk perbaikan jalan tersebut.
- Menempatkan petugas untuk memantau dan mengevaluasi kondisi jalan secara berkala.
“Kami tidak meminta hal yang berlebihan. Jalan layak adalah hak dasar masyarakat,” tegasnya, disambut tepuk tangan warga.
Perwakilan Kecamatan Praya, Surya Wijaya, yang hadir dalam rapat, mengakui pemerintah telah mengetahui kondisi tersebut, namun keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama. Ia berjanji akan melaporkan masalah itu ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten untuk segera ditindaklanjuti.
Meski demikian, jawaban itu belum memuaskan warga. Bajurik menegaskan bahwa bila tidak ada langkah cepat dari pemerintah, warga siap menggelar aksi damai sebagai bentuk protes. Seusai kegiatan, ia bersama tokoh pemuda membentuk tim khusus untuk mengumpulkan tanda tangan warga sebagai dukungan dan menyiapkan surat resmi yang akan dikirimkan kepada Bupati Lombok Tengah, Camat Praya, serta Dinas PU.
“Kami akan menempuh jalur damai dan sesuai hukum. Sudah cukup warga menderita. Kini saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan,” tegas Bajurik.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, dengan harapan agar perbaikan jalan Dusun Prapak segera terlaksana sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.
🖊️ Laporan Jurnalis: Jaswadi
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
