Raih Nomor Urut 1, Prof Sukardi Tetap Rendah Hati: “Anggap Saja Sebagai Doa”

MATARAM – AswinNews.com — Calon Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030, Prof Sukardi, menunjukkan sikap rendah hati usai memperoleh nomor urut 1 dalam pengundian yang digelar panitia pemilihan pada Senin siang.

Kepada wartawan, Prof Sukardi menegaskan bahwa pengundian nomor urut hanyalah bagian dari ritual seremonial empat tahunan yang tidak menentukan arah dukungan.

“Posisi saya masih sama dengan pernyataan sebelumnya. Ini hanya seremonial. Kalau ada yang menganggap nomor urut 1 sebagai angka keberuntungan atau doa, itu hal yang lumrah saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski sejumlah pihak menilai nomor urut 1 sebagai sinyal kuat dukungan mayoritas, akademisi yang dikenal ramah dan bersahaja ini tetap merespons secara proporsional. Ia menegaskan bahwa substansi pemilihan ada pada rekam jejak, kapabilitas, dan komitmen membangun Unram.

“Setelah penyaringan nanti, panitia juga akan melakukan pengundian ulang. Anggota senat adalah akademisi rasional yang menilai berdasarkan rekam jejak dan perkembangan lembaga,” tegasnya.

Prof Sukardi, yang kerap disebut sebagai kandidat unggulan, juga menegaskan bahwa semua bakal calon memiliki kontribusi penting bagi universitas. Ia berharap proses pemilihan berjalan sehat, objektif, dan menjaga marwah akademik.

Tahapan Pemilihan Berjalan Lancar

Sekretaris Senat Unram sekaligus Pengarah Panitia Pemilihan Rektor, Dr. Muhaimin, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah berjalan lancar sejak pendaftaran dibuka pada 14–28 November 2025.

Dari enam pendaftar, lima dinyatakan memenuhi syarat. Satu calon gugur karena masih menjalani hukuman disiplin tingkat sedang, sesuai Peraturan Senat Universitas Mataram Nomor 2 Tahun 2025.

“Alhamdulillah semua proses berjalan baik. Tidak ada kendala berarti,” ungkap Muhaimin.

Selanjutnya, panitia akan menggelar:

  • 2–10 Desember 2025: Sosialisasi bakal calon
  • 11 Desember 2025: Penyampaian visi, misi, dan program kerja
  • 18 Desember 2025: Penyaringan tahap pertama untuk menentukan tiga calon
  • 21–24 Desember 2025: Pengiriman tiga nama ke Menteri
  • 29 Desember 2025: Pengundian nomor urut ulang khusus tiga calon (rapat tertutup)

Pemilihan tahap kedua bersama Menteri dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Januari 2026, menyesuaikan agenda Kementerian.

“Menteri memiliki 35% hak suara, sementara 65% milik Senat yang berjumlah 59 orang,” jelas Muhaimin.

Hasil pemilihan akan disampaikan ke Menteri pada 12–14 Januari 2026, dan pelantikan rektor terpilih direncanakan pada 7 Maret 2026.

🖊️ Laporan Jurnalis: Jaswadi
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *