Puskesmas Bahorok, Serapit, dan Stabat Lama Bersinergi Tangani Penyakit Menular Pasca Banjir

🖊️ Penulis: Rikardo NM SE
🗞️ Kontributor: Puskesmas Bahorok – Serapit – Stabat Lama
🖥️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

AswinNews, Langkat —
Dalam upaya mengantisipasi dan menangani potensi penyakit menular pasca-banjir, tiga Puskesmas di Kabupaten Langkat—Bahorok, Serapit, dan Stabat Lama—melakukan kerja sama terpadu bersama Sub Koordinator Penyakit Menular dan Sub Koordinator Kesga pada Kamis (04/12/2025). Kegiatan dilakukan di Posko Pengungsi Rel Stabat Lama, yang saat ini masih menampung 2 KK warga terdampak banjir.

Fokus Kegiatan Penanggulangan Penyakit

Dalam peninjauan tersebut, tim kesehatan memberikan pelayanan cepat tanggap sekaligus melakukan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular yang berpotensi muncul setelah banjir.
Adapun fokus utama kegiatan meliputi:

Penguatan kebersihan lingkungan dan sanitasi

Penyediaan air bersih

Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) saat membersihkan rumah (sepatu boot, masker, sarung tangan)

Edukasi peningkatan daya tahan tubuh

Distribusi obat-obatan dan pemeriksaan kesehatan

Pencegahan penyakit seperti diare, ISPA, leptospirosis, dan DBD

Pemantauan kondisi kesehatan pengungsi secara berkala

Kepala Puskesmas Stabat Lama, Kepala Puskesmas Serapit, serta perwakilan tenaga kesehatan turut hadir memastikan langkah penanggulangan dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan masyarakat.

Kondisi Posko dan Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar, aman, dan disambut baik oleh warga yang masih bertahan di posko. Tim kesehatan juga menegaskan bahwa upaya monitoring akan terus dilakukan sampai seluruh pengungsi kembali ke rumah masing-masing dan situasi dinilai benar-benar aman dari risiko penyakit.


Catatan Redaksi

Penanganan terpadu lintas Puskesmas ini menjadi contoh penting mengenai bagaimana koordinasi antar-layanan kesehatan dapat mempercepat mitigasi risiko penyakit menular pasca-bencana. Redaksi mendorong agar kegiatan serupa terus diperluas terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan rawan terdampak banjir.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *