Pria 44 Tahun yang Hanyut Saat Mandi di Pante Seleles Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian

🖊️ Penulis: Aswin
🗞️ Kontributor: Polsek Bahorok, Basarnas, BPBD Langkat
🖥️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

AswinNews, Langkat —
Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, seorang pria bernama Julham (44), warga Dusun I Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, akhirnya ditemukan telah meninggal dunia pada Sabtu (06/12/2025) sekitar pukul 00.30 WIB di aliran Sungai Wampu, Dusun Semertih Baru, Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok.

Korban merupakan seorang kernet beko yang diketahui hanyut saat mandi di Pante Seleles pada Kamis (04/12/2025) sore.


Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 15.30 WIB, ketika Kepala Dusun Seleles, Irwansyah, melaporkan kepada Kapolsek Bahorok bahwa seorang pekerja di Pante Seleles terseret arus Sungai Wampu saat mandi.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bahorok bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel, dan Bhabinkamtibmas segera menuju TKP untuk melakukan pencarian hari pertama. Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.

Polsek Bahorok kemudian berkoordinasi dengan:

BASARNAS / Tim SAR

BPBD Kabupaten Langkat
untuk memperkuat proses pencarian.


Pencarian Hari Kedua

Pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, pencarian dilanjutkan. Tim gabungan Polsek Bahorok, Basarnas, dan BPBD menurunkan dua perahu karet (inflatable boat) untuk menyusuri Sungai Wampu hingga ke wilayah Teluk Desa Tanjung Lenggang.

Pencarian berlangsung hingga pukul 17.30 WIB, namun korban belum ditemukan. Faktor cuaca gerimis dan kondisi gelap membuat operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB.


Penemuan Korban

Korban akhirnya ditemukan pada Sabtu, 6 Desember 2025 sekitar pukul 00.30 WIB, oleh dua warga Dusun Semertih Baru yang sedang menjala ikan, yaitu:

  1. Heru (32) – Wiraswasta
  2. Erwin (42) – Wiraswasta

Keduanya melihat jasad korban mengapung di aliran Sungai Wampu lalu segera melaporkannya kepada Polsek Bahorok.

Tim Polsek Bahorok kemudian kembali berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD untuk melakukan proses evakuasi jenazah.


Langkah Kepolisian

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Puskesmas Bahorok untuk pemeriksaan medis/visum luar.

Keluarga korban kemudian menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi, dan jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.


Catatan Redaksi

Tragedi hanyutnya Julham kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi dengan arus deras seperti Sungai Wampu. Redaksi mendorong pemerintah desa, pengelola lokasi, dan otoritas terkait untuk meningkatkan pengawasan, pemasangan rambu peringatan, serta edukasi keselamatan bagi pekerja maupun pengunjung di kawasan tersebut.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *