Terhambat, Antrean Mengular di SPBU Serdang Bedagai

🖊️ Penulis: Tri Juliadi
🗞️ Kontributor: AswinNews Sergai
🖥️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

Serdang Bedagai – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Serdang Bedagai sejak Senin (1/12/2025) tampak dipadati antrean panjang kendaraan, baik roda dua, roda tiga, maupun mobil penumpang. Antrean mengular hingga ratusan meter, terutama untuk pembelian solar dan pertalite.

Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh lambatnya pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), sehingga suplai ke sejumlah SPBU tidak stabil dalam beberapa hari terakhir.

Antrean Panjang di Lapangan

Pantauan AswinNews di beberapa SPBU menunjukkan kendaraan memenuhi badan jalan hingga menyebabkan lalu lintas tersendat. Banyak konsumen mengeluhkan lamanya waktu tunggu.

Salah satu pengguna sepeda motor, Mawan, warga Serdang Bedagai, mengaku telah mengantre hampir dua jam di SPBU Sukadamai.

“Saya menunggu antre di SPBU ini sudah hampir dua jam. Di kampung-kampung tidak ada lagi pengecer yang menjual pertalite. Bahkan semalam saya dengar ada pengecer menjual sampai Rp 20 ribu per liter, tapi tetap dibeli karena warga butuh,” ujarnya.

Pertamina Belum Berikan Penjelasan

Upaya konfirmasi resmi telah dilakukan kepada Pertamina melalui kontak layanan informasi umum via WhatsApp di nomor 0811xxxxxxx. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan jawaban terkait dugaan keterlambatan distribusi BBM di wilayah Serdang Bedagai.

Pengamat: Distribusi Terganggu Banjir, Namun Mitigasi Harusnya Disiapkan

Pemerhati ekonomi dan penggiat anti-korupsi, P. Panjaitan, menilai bahwa gangguan pasokan BBM kemungkinan besar disebabkan oleh faktor alam.

“Mungkin lambatnya pasokan BBM di wilayah Sumbagut, khususnya Kabupaten Serdang Bedagai, akibat banjir di berbagai daerah serta jalan yang putus di beberapa titik. Akses jalan tol juga ada yang rusak, sehingga distribusi pasti terganggu,” ungkapnya.

Namun ia menambahkan bahwa kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.

“Harusnya Pertamina Patra Niaga Sumbagut memperhatikan peringatan dan mitigasi yang dikeluarkan BMKG. Jika potensi cuaca ekstrem sudah diprediksi, maka suplai ke SPBU-SPBU bisa ditambah lebih awal untuk menghindari kelangkaan.”

Ia menegaskan bahwa BBM merupakan urat nadi perekonomian. Jika distribusi terganggu, maka seluruh rantai ekonomi dapat terhenti.

“Ketika pasokan BBM terputus, jalur ekonomi otomatis ikut terhambat. Dampaknya bisa ke stabilitas ekonomi nasional. Harapan kita, kejadian tahun 2025 ini menjadi pelajaran penting bagi Pertamina Patra Niaga Sumbagut agar lebih responsif ke depan.”


Catatan Redaksi

Kelangkaan dan antrean panjang BBM di Serdang Bedagai bukan sekadar persoalan teknis distribusi, tetapi menyangkut langsung stabilitas ekonomi masyarakat. Redaksi AswinNews menilai bahwa transparansi informasi dari pihak Pertamina sangat penting agar publik tidak terjebak dalam spekulasi.

Mitigasi bencana, manajemen risiko, serta kesiapan distribusi di musim cuaca ekstrem harus menjadi perhatian serius untuk mencegah terulangnya kelangkaan yang berdampak luas bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *