🖊️ Jurnalis: LR
🗞️ Kontributor: Adi Waluyo | Squad Nusantara
🖥️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Magetan, 30/11/2025
Squad Nusantara Magetan bersama berbagai elemen relawan menggelar aksi penanaman ratusan bibit pohon di kawasan hutan lindung Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Minggu (30/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal dari program besar “Penanaman Satu Juta Pohon” sebagai upaya pemulihan ekosistem di lereng Gunung Lawu.
Aksi lingkungan ini berjalan tanpa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Magetan maupun instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Meski demikian, kegiatan tetap terlaksana berkat dukungan dari DPW Squad Nusantara Jawa Timur, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, serta BPBD Jawa Timur yang membantu penyediaan bibit dan kebutuhan logistik.
Ketua Squad Nusantara Magetan menegaskan bahwa penanaman pohon ini merupakan respon langsung masyarakat terhadap menurunnya kualitas kawasan hutan akibat alih fungsi lahan serta kerusakan vegetasi di sekitar kawasan Gunung Lawu.
Bibit pohon yang ditanam meliputi pohon aren, beringin, pule, trembesi, nangka, serta jenis-jenis lokal yang dinilai cocok untuk memulihkan ekosistem pegunungan. Jenis-jenis tersebut dipilih untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai penyimpan air, penyangga lereng, sekaligus habitat berbagai satwa.

“Kami tidak ingin hanya menanam, tetapi memastikan keberlanjutannya. Penanaman di lereng Lawu ini bukan seremonial. Ini komitmen jangka panjang,” ujarnya.
Tujuan Utama: Mengembalikan Fungsi Hutan dan Mengurangi Risiko Bencana
Gerakan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain:
Merehabilitasi hutan lindung yang mengalami degradasi.
Mengamankan sumber mata air Gunung Lawu yang mulai menurun debitnya.
Mengurangi risiko longsor dan banjir bandang, terutama saat musim penghujan.
Menumbuhkan kesadaran masyarakat—khususnya generasi muda—tentang pentingnya konservasi lingkungan.
Menurut para relawan, aksi nyata seperti penanaman pohon harus terus dilakukan tanpa menunggu dukungan pemerintah. Mereka berharap pemerintah daerah ke depan lebih hadir dalam program konservasi berbasis masyarakat.
Gerakan lingkungan, kata mereka, membutuhkan sinergi antara:
Pemerintah Daerah
Dinas Kehutanan
Komunitas lingkungan
Pemerintah Desa
Lembaga kebencanaan
“Kami berharap pemerintah daerah melihat bahwa gerakan ini bukan hanya kegiatan komunitas, tetapi bagian dari upaya menjaga masa depan ekologi Magetan. Lereng Lawu adalah jantung kehidupan,” ujar salah satu relawan senior.
Kegiatan ini juga melibatkan para pemuda lokal tidak hanya dalam penanaman, tetapi juga dalam perawatan lanjutan. Komunitas berkomitmen melakukan pemantauan rutin agar tingkat keberhasilan pohon yang ditanam tetap tinggi.
“Ini bukan tentang berapa banyak bibit yang ditanam hari ini, tetapi berapa banyak yang tetap hidup lima atau sepuluh tahun ke depan,” tambahnya.
Catatan Redaksi
Gerakan penanaman pohon di Genilangit menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus menunggu dukungan pemerintah. Redaksi melihat bahwa inisiatif masyarakat dan relawan merupakan faktor penting dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem Gunung Lawu yang kian terancam. Meski begitu, kolaborasi dengan pemerintah tetap diperlukan agar program konservasi berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
![]()
