TANGGAMUS- Aswinnews.com — Proyek perkuatan tebing sungai di Pekon Gunung Kasih, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung Tahun 2025 dengan nilai Rp 2,2 miliar, menuai sorotan tajam. Selain diduga tidak menerapkan standar keselamatan kerja (K3), proyek yang dikerjakan oleh CV. Angkatan Sepuluh ini juga diduga menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Saat tim Aswinnews.com meninjau lokasi pada Jumat (21/11/2025), tidak terlihat pelaksana maupun pengawas proyek. Para pekerja tampak bekerja tanpa perlengkapan keselamatan seperti helm, sepatu keselamatan, maupun rompi reflektor, yang seharusnya menjadi standar minimal dalam proyek konstruksi.
Seorang pekerja yang ditemui menyebutkan bahwa pihak pengawas jarang turun ke lokasi.
“Yang punya pekerjaan orang Talang Padang, tapi orangnya tidak pernah ke lapangan,” ungkapnya.
Dugaan Material Tidak Sesuai
Selain persoalan keselamatan kerja, pekerjaan pemasangan batu talud juga terlihat dilakukan di tengah genangan air, yang berpotensi membuat pondasi tidak maksimal. Muncul pula dugaan penggunaan semen kualitas rendah dan batu putih yang tidak sesuai spesifikasi proyek.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kualitas konstruksi tidak akan bertahan lama dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Kepala Pekon: Hanya Pengusul, Bukan Penanggung Jawab
Saat dikonfirmasi, Kepala Pekon Gunung Kasih mengaku bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses pelaksanaan maupun pengawasan.
“Proyek ini dari gubernur. Kami hanya mengusulkan penanggulangan sungai. Sudah sering kami ajukan, baru ini terealisasi,” ujarnya.
Pewarta Diintimidasi Diduga Oleh Preman Proyek
Saat proses wawancara berlangsung, beberapa pria yang diduga preman mendatangi lokasi dan mempertanyakan keberadaan pewarta. Salah satu dari mereka mengaku sebagai pengamanan proyek. Tindakan bernada intimidasi tersebut diduga bertujuan menghalangi proses peliputan.
Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa proyek tersebut tidak berjalan secara transparan dan ada hal-hal yang sengaja ditutupi.
Perlu Penelusuran dan Audit Menyeluruh
Minimnya pengawasan lapangan, dugaan penyimpangan material, serta pelaksanaan pekerjaan tanpa standar keselamatan menempatkan proyek ini dalam sorotan tajam. Aswinnews.com akan terus menelusuri dan meminta klarifikasi dari pihak Dinas terkait guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
Penulis: Hayat
Editor: Abah Roy
Redaksi: Aswinnews.com
![]()
