Sejarah Lahirnya JPKP — Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan

✍️ Penulis: Ine – Kaperwil DKI Jakarta
📷 Kontributor: Maret Samuel SUEKEN
🗞️ Editor: Kenzo ~ Redaksi
📍 Jombang | AswinNews.com — Tajam, Akurat, Berimbang, dan Terpercaya


HIDUP SAYA KARENA SANG TELADAN

Berawal dari Laut Cina Selatan di akhir April 2010 — tanggalnya saya sudah lupa. Selama 12 tahun pasca kelulusan kuliah, saya bekerja di bidang kontraktor minyak dan gas bumi, lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi pengeboran, baik di darat maupun di lepas pantai, dalam maupun luar negeri.

Saat itu saya sedang bertugas di tengah Laut Cina Selatan, kawasan Natuna. Sekitar pukul 17.30, sambil menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi, saya menonton siaran berita di televisi. Biasanya saya bukan penikmat berita, sebab bagi saya, karier dan pekerjaan adalah prioritas utama demi keluarga. Namun, entah mengapa, sore itu saya terpaku pada sebuah berita: seseorang baru saja terpilih menjadi Walikota Solo dengan perolehan suara 92% versi hitung sementara.

Sebagai mantan aktivis mahasiswa tahun 1998 di kota asal saya, saya merasa terusik. Angka 92% mengingatkan pada masa Orde Baru ketika Presiden Soeharto terpilih dengan perolehan suara serupa. Saya sempat berpikir, “Apakah rakyat kembali dibeli dengan uang?” — sebuah bentuk kekecewaan dan kemarahan batin terhadap perjuangan reformasi yang saya nilai dikhianati.

Namun rasa ingin tahu mengalahkan prasangka. Saya mencari tahu lebih dalam siapa sosok yang disebut-sebut itu. Keesokan harinya, saya bahkan memesan koran dari darat untuk dikirimkan melalui helikopter logistik ke lokasi pengeboran. Setelah membaca berbagai sumber, saya tercengang — semua media menggambarkan sosok ini sebagai manusia sederhana, jujur, pekerja keras, pengabdi, dan dicintai rakyatnya.

Pandangan saya berubah total. Dalam sekejap, rasa marah berganti menjadi kekaguman. Saya berjanji dalam hati untuk mendukung orang seperti beliau agar kelak bisa memimpin negeri ini.


DARI SOLO KE JAKARTA, DARI GRUP FACEBOOK KE GERAKAN NASIONAL

Sejak saat itu saya bergabung di berbagai grup media sosial pendukung beliau. Ketika berhembus kabar bahwa beliau akan maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, saya aktif ikut menyebarkan prestasi dan rekam jejaknya. Puji syukur, beliau akhirnya memenangkan Pilkada DKI dengan cara yang bermartabat.

Tak lama kemudian, muncul desakan dari masyarakat luas agar beliau maju dalam pemilihan presiden. Salah satu sahabat kami yang tinggal di Eropa kemudian membuat grup Facebook bernama “JPK – JOKOWI PRESIDEN KU”. Hanya dalam empat jam, grup tersebut telah memiliki lebih dari 2.000 anggota, dan saya menjadi salah satu anggota sekaligus adminnya.

Dari sinilah embrio JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) lahir — sebuah wadah relawan yang tumbuh dari semangat pelayanan dan pengabdian, bukan karena afiliasi politik, tetapi karena cinta terhadap keteladanan seorang pemimpin rakyat.


JPKP: GERAKAN RELAWAN TANPA WARNA

Saya kemudian mendirikan JPKP sebagai organisasi yang menghimpun relawan dari berbagai latar belakang. Kami tidak terikat partai politik mana pun, tetapi juga tidak alergi terhadap perbedaan warna.

Roh JPKP adalah blusukan, kesederhanaan, kejujuran, pelayanan, pengabdian, dan kerja keras.
Kami percaya perubahan besar berawal dari langkah kecil di lingkungan terdekat.


MOTTO:

Bottom Up, Citizens Journalism…!!!
Bertumbuh, berbuat, dan berpikir dari hal-hal kecil di sekitar kita menuju karya besar.
Menjadi pewarta warga sejati dengan cara datang, melihat, berbicara, mendengar, berbuat, dan memberikan solusi — lalu melaporkannya secara santun dan faktual.


Lebih lengkapnya berdasarkan keterkaitan https://kaltim.tribunnews.com/2015/01/19/aktivis-pendukung-jokowi-terbelah-5-pengurus-mundur-dari-jpk

Salam Sang Teladan.

🖋️ Karya Maret Samuel SUEKEN – PENDIRI JPKP

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *