Oplus_16908288
Penulis Yoseph/ Editor Rahmat kartolo// Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Garut, Aswinnews.com– Dewan Kehormatan DPP LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), KGP Ramlan Samsuri Kusumah Wijaya, S.E., CLA, menghadiri Festival Budaya Garut 2025 yang digelar di Lapangan Kerkhof, Kabupaten Garut, Minggu (2/11/2025). Kehadiran beliau menjadi bentuk nyata komitmen dan kepeduliannya terhadap pelestarian nilai-nilai budaya bangsa di tengah arus modernisasi.
Acara ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, serta pelaku seni dan budaya yang menampilkan beragam kesenian tradisional khas Sunda. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan terasa dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk doa bersama untuk kelestarian budaya daerah.
Dalam sambutannya, Kakang Prabu Ramlan Samsuri Kusumah Wijaya, S.E., CLA, menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa hormatnya kepada Ketua Umum Padepokan Sunan Pusaka, Kang Tatang, beserta seluruh panitia dan tamu undangan yang hadir.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Padepokan Sunan Pusaka atas undangan ini, serta kepada seluruh tamu undangan yang hadir,” ujarnya.
Ramlan menegaskan bahwa budaya adalah jati diri bangsa yang tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman.
“Budaya adalah identitas kita. Kalau kita tidak menjaganya, maka generasi muda akan kehilangan akar dan arah,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para juri dan peserta yang telah mendedikasikan diri untuk melestarikan warisan tradisi budaya leluhur Nusantara.
Menurutnya, budaya Nusantara merupakan kekuatan besar yang menjadi fondasi persatuan bangsa. Melalui kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadly Jhon, agar kebudayaan terus dijadikan jati diri bangsa Indonesia.
“Budaya Nusantara adalah satu kekuatan yang luar biasa. Dengan semangat dan jiwa Bhinneka Tunggal Ika, semoga setiap pribadi bangsa ini semakin mencintai tanah air dan Ibu Pertiwi,” tutur Kakang Prabu Ramlan.
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan juga menyinggung tentang filosofi pusaka Kujang yang menurutnya menggambarkan fase kehidupan manusia serta kewajiban untuk tetap setia kepada Ibu Pertiwi.
Selain itu, ia turut memberikan penjelasan makna dari ungkapan “Sampurasun” yang sering diucapkan masyarakat Sunda.
“Sampurasun berarti permohonan maaf seorang hamba di hadapan Yang Maha Kuasa dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Semua manusia sama di hadapan Tuhan,” jelasnya.
Kehadiran Kakang Prabu Ramlan Samsuri Kusumah Wijaya dalam Festival Budaya Garut 2025 menjadi simbol penting bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pelaku seni, tetapi juga seluruh elemen bangsa yang mencintai tanah air dan menghormati warisan leluhur.
(Redaksi Aseinnews.com)
Kota Langsa – Aswinnews. com- Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turun langsung…
Effort to Increase Protection for Workers in 5 Sectors in Lampung Province under the HUKATAN…
BANDAR LAMPUNG – Aswinnews.com – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan,…
MERANTI, Aswinnews.com – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut secara resmi kunjungan lawatan…
BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…
LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…