Warga Tiga Dusun di Bakustulama Keluhkan Jalan Rusak dan Kurangnya Perhatian Pemerintah Desa

🖋️ Penulis: Raphael Fahik
📍 Kontributor: Aswinnews.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur
🖥️ Editor: Kenzo – Redaksi Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update


Belu, Aswinnews.com — Warga di tiga dusun di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan keluhan atas kondisi infrastruktur dan minimnya perhatian pemerintah desa terhadap pembangunan di wilayah mereka.

Keluhan tersebut disampaikan saat wartawan Aswinnews.com Provinsi NTT melakukan kunjungan lapangan ke Dusun Taliren pada Senin, 20 Oktober 2025. Warga menilai bahwa jalan penghubung antar-dusun serta kondisi perumahan masyarakat belum mendapat perhatian memadai dari pemerintah desa.


24 Tahun Tak Ada Perbaikan, Warga Merasa Terabaikan

Ketua RT 01 RW 01 Dusun Taliren, Juje Daconcesao Silva, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Desa Bakustulama yang dinilai tidak pernah melakukan perbaikan infrastruktur maupun memberikan bantuan kepada warga, terutama masyarakat eks Timor-Timur yang bermukim di wilayah tersebut.

“Sudah 24 tahun kami menunggu perhatian dari pemerintah desa. Jalan rusak tidak pernah diperbaiki, bantuan sosial pun jarang kami dapat. Masyarakat di Taliren, Fatukren, dan Santias merasa seolah tidak dianggap,” ujar Juje Daconcesao Silva kepada Aswinnews.com.

Ia menambahkan, kerusakan jalan membuat kendaraan sulit masuk ke wilayah dusun, sehingga aktivitas warga terganggu, terutama saat musim hujan. Jalan utama yang seharusnya menjadi penghubung antar-dusun — Taliren, Fatukren, dan Santias — kini rusak parah dan nyaris tidak bisa dilalui.


Harapan Warga: Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Turun Tangan

Warga berharap agar pemerintah daerah, baik di tingkat Kabupaten Belu maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur, dapat turun langsung meninjau kondisi lapangan dan memberikan solusi nyata.

“Kami mohon perhatian Bapak Bupati Belu dan Bapak Gubernur NTT untuk melihat keadaan kami di tiga dusun ini. Kami butuh jalan yang layak dan perumahan yang layak huni,” kata Juje menambahkan.

Selain infrastruktur jalan, warga juga mengeluhkan belum adanya program pembangunan rumah layak huni dan bantuan sosial yang menyentuh masyarakat di wilayah pedalaman Bakustulama tersebut.


Catatan Redaksi:

Laporan lapangan ini menggambarkan kondisi nyata di sejumlah dusun terpencil di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang masih menghadapi kesenjangan pembangunan.
Aspirasi warga Dusun Taliren, Fatukren, dan Santias menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkeadilan menuntut perhatian menyeluruh — tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di pelosok desa yang masih berjuang dengan keterbatasan.

Redaksi Aswinnews.com mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan langkah nyata dalam meningkatkan infrastruktur dasar dan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *