✍️ Penulis: Raphael Fahik
🗞️ Editor: Kenzo
📅 Tanggal: Jumat, 17 Oktober 2025
📍 Redaksi: AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Terpercaya
KIUFUA – ASWINNEWS.COM
Dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebanggaan budaya, masyarakat Suku Sali Tefa Tanaon Taone menggelar upacara adat besar-besaran memperingati 100 tahun berdirinya Rumah Adat Naitili Kiufua. Kegiatan yang berlangsung di Desa Kiufua, pada Jumat (17/10/2025), dihadiri oleh tokoh adat, keturunan keluarga besar Naitili, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Hadir pula sebagai narasumber Yohanis Sau Naitili kiufua dan perwakilan keluarga besar, Raphael Fahik, S.H., dari Fam Raimutik, yang menyampaikan makna dan nilai luhur di balik peringatan rumah adat bersejarah ini.
Makna dan Tujuan Peringatan
Menurut Raphael Fahik, acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud penghormatan terhadap leluhur yang telah mendirikan Rumah Adat Naitili Kiufua sejak satu abad lalu.

“Rumah adat ini sudah berusia 100 tahun dan baru saja selesai direhabilitasi selama empat tahun terakhir. Kegiatan ini diadakan agar generasi penerus tetap mengingat asal usul dan nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kehidupan masyarakat adat Kiufua, terdapat dua hukum yang menjadi pedoman hidup, yakni Hukum Rimbah dan Hukum Karma. Kedua hukum ini menjadi dasar moral dan spiritual yang mengikat seluruh keturunan agar selalu menghormati leluhur dan menjaga keseimbangan alam.
Ritual Adat dan Persembahan

Peringatan ini juga ditandai dengan ritual adat besar yang melibatkan persembahan 200 ekor babi, sebagai simbol rasa syukur, penghormatan, dan pengikat solidaritas antar-keturunan.
Harga setiap ekor babi mencapai Rp8 juta hingga Rp9 juta, menandakan besarnya penghormatan masyarakat terhadap nilai sakral acara tersebut.
Ritual ini dipimpin oleh Yohanis Sau Naitili kiufua para tetua adat, disaksikan seluruh warga dan tamu undangan. Prosesi berlangsung dengan penuh tata cara adat — mulai dari doa leluhur, musik gong dan tarian tradisional, hingga pembagian daging persembahan kepada keluarga besar dan masyarakat sekitar.
Harapan untuk Generasi Penerus

Dalam penutupan acara, para tetua adat berpesan agar generasi muda tidak melupakan akar budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur. Rumah Adat Naitili Kiufua diharapkan menjadi pusat kebudayaan dan identitas suku, serta menjadi tempat berkumpulnya seluruh keturunan dalam memperkuat tali persaudaraan.
“Kami berharap generasi cucu dan cicit tetap merayakan tradisi ini, karena adat dan budaya adalah jati diri kita yang tidak boleh hilang,” ujar Raphael Fahik.
Catatan Redaksi AswinNews.com
Redaksi menilai bahwa pelestarian adat seperti yang dilakukan masyarakat Kiufua merupakan wujud nyata ketahanan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai seperti penghormatan kepada leluhur, gotong royong, dan kesadaran spiritual patut dijadikan contoh bagi generasi muda di seluruh Nusantara.
AswinNews.com mengapresiasi upaya masyarakat adat Naitili Kiufua dalam menjaga warisan budaya yang sudah berusia seabad ini — karena budaya bukan sekadar warisan, melainkan identitas dan jiwa bangsa.
![]()
