Klarifikasi Kasus Viral: Warga Ketamputih Akui Salah Paham, Minta Maaf kepada Kepala Desa

📍 BENGKALIS – ASWINNEWS.COM
🗓️ Sabtu, 4 Oktober 2025
✍️ Penulis: Desi Mayasari
🗞️ Editor: Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update**

BENGKALIS – Kasus video viral yang memperlihatkan perdebatan antara Kepala Desa Ketamputih, Suhaimi, dengan seorang warga bernama Nur Hayati, akhirnya menemukan titik damai. Setelah sempat ramai diperbincangkan publik dan menuai beragam komentar di media sosial, kedua belah pihak kini resmi berdamai melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ketamputih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Video berdurasi singkat yang diunggah akun Facebook Ahmad Afk sempat memicu persepsi negatif terhadap Kepala Desa Ketamputih. Dalam tayangan itu, Suhaimi terlihat berbicara dengan nada tinggi kepada salah satu warganya. Potongan video tersebut kemudian ditafsirkan secara keliru, hingga menimbulkan opini bahwa kepala desa bersikap arogan terhadap masyarakat.
Unggahan itu bahkan menjadi viral dengan lebih dari 16 ribu likes, 3.600 komentar, dan 3.100 kali dibagikan.

Namun, hasil klarifikasi menunjukkan bahwa kejadian tersebut hanyalah salah paham dalam komunikasi terkait pendataan penerima bantuan sosial (bansos).

Dalam pernyataannya, Nur Hayati mengakui kesalahpahaman tersebut dan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Pemerintah Desa Ketamputih.

“Saya, Nur Hayati, mohon maaf atas kesalahpahaman dengan Pemerintah Desa Ketamputih Kecamatan Bengkalis terkait masalah bansos. Terkait video yang beredar, saya akan menghapusnya sebagai bentuk permintaan maaf saya tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ujarnya dengan nada menyesal.

Sementara itu, Kepala Desa Ketamputih, Suhaimi, menegaskan bahwa permasalahan telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan.

“Sebenarnya masalah itu sudah selesai. Kami sudah melakukan mediasi dengan disaksikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Tidak ada masalah lagi, semuanya sudah damai,” ujar Suhaimi saat dihubungi Aswinnews.com, Sabtu (4/10/2025).

Suhaimi juga menampik tuduhan bahwa dirinya bersikap arogan atau mengusir warga. Ia menjelaskan bahwa perdebatan tersebut hanya kesalahpahaman dalam menyampaikan informasi tentang data penerima bansos.

“Saya tidak ada mengusir masyarakat saya. Itu cuma salah paham. Bantuan sosial sudah dibagikan kepada yang berhak. Desa hanya mengusulkan nama penerima, bukan yang menentukan,” tegasnya.

Meski video sempat dihapus oleh pihak terkait, Suhaimi mengaku kecewa karena potongan serupa kembali muncul di platform lain seperti TikTok. Ia berharap masyarakat tidak memperpanjang polemik dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Saya harap masyarakat bijak menggunakan media sosial. Kalau ada masalah, mari kita selesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan musyawarah,” tutupnya.

Kondisi di Desa Ketamputih kini kembali kondusif. Warga dan Pemerintah Desa sepakat untuk melanjutkan aktivitas seperti biasa tanpa menyisakan persoalan.


📝 Catatan Redaksi

Kasus viral di Desa Ketamputih menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat tentang etika bermedia sosial. Potongan video tanpa konteks sering kali menimbulkan persepsi keliru dan berpotensi mencoreng reputasi seseorang. Redaksi Aswinnews.com mengapresiasi langkah kedua belah pihak yang memilih jalan damai melalui musyawarah dan klarifikasi terbuka, sebagai contoh penerapan nilai-nilai sosial dan komunikasi yang sehat di tengah era digital.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *