📍 Nganjuk – Aswinnews.com
🗓️ Jum’at, 3/11/2025
✍️ Penulis: Sunyoto |
🗞️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update
Nganjuk – Proyek pembangunan Jembatan Kutorejo di Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, kembali menjadi perhatian publik. Pekerjaan yang dimulai sejak 11 Maret 2025 dengan anggaran Rp22,8 miliar tersebut kini memasuki masa krusial, karena kontrak kerja akan berakhir pada 5 November 2025, atau tinggal 33 hari lagi.
Kondisi terbaru di lapangan
Pantauan langsung menunjukkan progres fisik diduga baru sekitar 60 persen. Beberapa pekerjaan utama seperti plengsengan tanggul, pengecoran beton pada tumpuan jembatan, serta elemen vital lainnya belum terlihat rampung secara signifikan. Jumlah tenaga kerja di lokasi juga dinilai terbatas meski ada aktivitas lembur.
Pihak yang mengerjakan proyek
Proyek ini dilaksanakan oleh PT Dwi Mulyo Lestari dengan pengawasan dari konsultan supervisi PT Bhakti Persada. Durasi kontrak ditetapkan selama 240 hari kalender.
Terjadi Perbedaan data
Dalam sebuah unggahan video TikTok dua minggu lalu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meninjau langsung pembangunan. Dalam percakapan yang terekam, perwakilan dari konsultan supervisi menyebut progres pekerjaan telah mencapai 91 persen.
Namun, klaim ini berbeda jauh dengan hasil pemantauan di lapangan.
Ketua DPC Asosiasi Wartawan Internasional (Aswin) Nganjuk, Sunyoto, menilai klaim tersebut terlalu jauh dari kenyataan.
“Fakta di lapangan menunjukkan progres baru sekitar 60 persen. Pekerjaan inti masih belum tertangani maksimal. Kami meragukan proyek ini bisa selesai sesuai kontrak,” ujarnya.
Ia juga menekankan dampak sosial yang muncul akibat keterlambatan proyek. Sejak pembangunan dimulai, akses jalan utama yang menghubungkan desa dan kecamatan melalui Kutorejo tidak bisa digunakan, sehingga warga terpaksa memutar jauh.
Harapan ke depan
Sunyoto mendesak agar PT Dwi Mulyo Lestari bekerja maksimal untuk mengejar ketertinggalan.
“Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Transparansi progres dan langkah percepatan harus segera dilakukan,” tambahnya.
📝 Catatan Redaksi
Perbedaan data progres pembangunan Jembatan Kutorejo antara konsultan supervisi dan pemantauan lapangan menunjukkan perlunya transparansi yang lebih jelas dari pihak terkait. Publik berhak mengetahui perkembangan proyek yang dibiayai oleh APBD demi kepentingan masyarakat. Redaksi mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar proyek infrastruktur vital ini selesai tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai harapan warga Nganjuk.
![]()
