Ekonomi Hijau dan Transisi yang Adil

Penulis Iwan / Editor Rahmat kartolo // Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

Jakarta Aswinnews.com

Mulai Senin, 28 hingga Selasa, 30 September 2025, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Bappenas, APINDO, dan Direktorat Ketenagakerjaan menyelenggarakan pelatihan instruktur dengan tema “Ekonomi Hijau dan Transisi yang Adil”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi hijau berbasis sektor-sektor terdampak, terutama di sektor yang belum memiliki sistem terbarukan dan berkelanjutan.

Dalam menghadapi tantangan transisi menuju ekonomi hijau, kerja sama antara serikat buruh, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci utama. Ketiganya diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memastikan keberlangsungan usaha, mengurangi angka pengangguran, serta mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

Pemerintah wajib melibatkan serikat buruh dalam melakukan riset dan menyusun program-program untuk buruh. Karena serikat buruhlah yang setiap hari berinteraksi langsung dengan para pekerja, sehingga lebih memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh mereka,” ujar Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI.

Lebih lanjut, Elly juga menekankan pentingnya pengadaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Pelatihan dan pendidikan vokasi harus diarahkan pada penyaluran tenaga ahli yang sesuai dengan permintaan industri dan harapan para buruh.

Program Ekonomi Hijau dan Transisi yang Adil sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh/pekerja—dengan peran yang setara dan tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kesejahteraan bagi kaum buruh di Indonesia, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan pergeseran ekonomi global.

Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *