🖋️ Penulis: Ali Asan (Wartawan Langkat)
✍️ Editor: Kenzo
Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
Langkat, 14 September 2025 – Warga Dusun Pembangunan/Suka Maju, Desa Lau Lugur dan Desa Perkebunan Gelugur, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, dibuat resah akibat kondisi Jembatan Sungai Luci yang semakin mengkhawatirkan.
Jembatan yang menjadi akses alternatif penghubung Kecamatan Salapian menuju Kecamatan Kutambaru itu kini tampak miring setelah penyangga runtuh. Ujung jembatan yang rubuh membuat konstruksi bergeser, sementara pagar pembatas pengaman pun sudah lama hilang.

“Kondisi ini sudah lebih dari satu tahun, tapi belum ada perhatian dari pemerintah Daerah maupun Dinas terkait,” keluh warga setempat berinisial (As), Minggu (14/9/2025).
Ancaman Keselamatan Warga
Kerusakan semakin parah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut beberapa hari terakhir. Derasnya arus sungai mempercepat keruntuhan bagian ujung jembatan sehingga semakin berbahaya bagi pengguna jalan.
Seorang warga menuturkan, pernah terjadi kecelakaan seorang petani sawit yang terjatuh bersama kendaraannya ke sungai saat melintasi jembatan ini. “Korban mengalami luka-luka cukup serius,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.
Harapan Warga

Warga berharap pemerintah daerah dan Dinas terkait segera menindaklanjuti persoalan infrastruktur ini. Selain menjadi jalur vital penghubung antar-kecamatan, jembatan tersebut juga merupakan akses utama masyarakat untuk membawa hasil perkebunan.
“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari dinas terkait agar jembatan ini segera diperbaiki. Jangan menunggu korban lebih banyak lagi,” pinta warga
Catatan Redaksi
Kerusakan jembatan Sungai Luci yang menjadi akses vital warga Kecamatan Salapian dan Kutambaru menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar penghubung pedesaan. Padahal, keberadaan jembatan ini sangat menentukan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani sawit dan warga yang bergantung pada jalur tersebut.
Redaksi menilai, kondisi jembatan yang sudah miring lebih dari satu tahun tanpa penanganan jelas merupakan bentuk kelalaian yang dapat membahayakan keselamatan warga. Pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, semestinya segera melakukan langkah darurat—baik berupa perbaikan sementara maupun pembangunan permanen—agar tidak menimbulkan korban jiwa lebih banyak.
Selain itu, partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melaporkan kerusakan infrastruktur juga penting, namun tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah. Infrastruktur publik bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan urat nadi perekonomian desa yang harus dijaga keberlanjutannya.
![]()
