🖋️ Penulis: Desi Mayasari – Wartawan Bengkalis
✍️ Editor: Kenzo
Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
BENGKALIS – ASWINNEWS.COM – Warga Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat dalam kondisi mengering hingga tinggal tulang belulang. Mayat tersebut ditemukan tergantung di bawah pohon karet di kawasan kebun milik warga, tepatnya di RT 02 RW 08, Gang Surian, Jalan Pembangunan, pada Minggu (7/9/2025) sore.
Penemuan ini sontak membuat geger warga sekitar. Awalnya, bau menyengat yang tercium oleh dua warga, Parlian (19) dan pamannya, Dedek Saputra (35), dikira berasal dari bangkai hewan. Namun, setelah mereka mendekat, terlihat sesosok tubuh manusia yang sudah mengering dan sebagian besar tinggal kerangka.
“Awalnya kami mencari pakan ternak dan bambu. Pas cium bau menyengat, kami pikir bangkai binatang. Ternyata orang, kami langsung lapor warga,” ujar Parlian menceritakan kepada petugas.
Setelah polisi datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identitas korban akhirnya diketahui. Sosok tersebut adalah Febrian, warga Jalan Sukirman, Desa Wonosari. Febrian merupakan anak dari Bambang Susanto, seorang pensiunan pegawai Kejaksaan Negeri Bengkalis.
Menurut Ketua RT 02, Rahmad, pihak keluarga meyakini bahwa jasad tersebut adalah Febrian berdasarkan ciri-ciri barang yang masih menempel pada tubuh korban.
“Warga kami, Pak Bambang, mengakui itu anaknya. Mereka mengenali dari sandal, celana, ikat pinggang, dan pakaian korban,” jelas Rahmad kepada AswinNews.com, Senin (8/9/2025).
Dari keterangan keluarga, Febrian sudah lebih dari sepekan tidak pulang tanpa memberi kabar. Namun, pihak keluarga tidak sempat melapor ke polisi karena berharap korban akan pulang dengan sendirinya.
Setelah dilakukan identifikasi awal di TKP, tim kepolisian bersama petugas medis segera mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk keperluan visum. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk pakaian dan tali yang diduga digunakan korban untuk menggantung diri.
Kapolsek Bengkalis menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian Febrian. Dugaan sementara, korban sudah meninggal lebih dari satu minggu sebelum ditemukan, mengingat kondisi jasad yang sudah mengering.
“Kami masih menunggu hasil visum dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini belum bisa dipastikan apakah murni bunuh diri atau ada unsur lain,” ungkap seorang petugas kepolisian.
Penemuan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Banyak yang bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab Febrian memilih jalan tragis ini. Warga berharap pihak kepolisian segera mengungkap fakta sebenarnya agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
Catatan Redaksi:
Kematian Febrian yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan komunikasi keluarga. Jika Anda mengetahui ada kerabat atau teman yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau menarik diri, segera ajak bicara dan cari bantuan. Bunuh diri bukan solusi, selalu ada jalan keluar.
Purwakarta Aswinnews.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan hari ulang tahun (milad) ke-47 Bunda…
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…
Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah…
JAKARTA – AswinNews.com — Indonesian Fisherman Association (INFISA) kembali menyuarakan desakan darurat kepada Pemerintah Republik…
Subang – AswinNews.com — SMK Negeri 2 Subang menggelar kegiatan evaluasi program sekolah yang melibatkan…