Jembatan Gantung Penghubung Tiga Desa di Bahorok Rusak Parah, Warga Khawatir Keselamatan
🖋️ Penulis: Hambali – Kaperwil Sumatera Utara
✍️ Editor: Kenzo
Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
Langkat, 08 September 2025 – Jembatan gantung tua yang menjadi akses vital penghubung Desa Kuta Gajah, Desa Ujung Bandar, dan Desa Batu Jonjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Lantai kayu yang rapuh, kabel penyangga yang hilang, serta rangka besi yang berkarat, membuat jembatan ini nyaris tak layak pakai.
Jembatan yang telah berdiri puluhan tahun ini sebenarnya merupakan salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat setempat. Tak hanya digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, jembatan ini juga menjadi jalur favorit para pelajar karena lebih cepat dibandingkan rute utama yang jauh dan memakan waktu lama.
Namun, kerusakan parah yang terjadi membuat keselamatan pengguna terancam setiap hari. “Lantainya sudah lapuk, banyak besi dan kabel yang hilang. Kami was-was kalau sewaktu-waktu jembatan ini ambruk,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski kondisinya darurat, hingga kini belum ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Langkat untuk melakukan perbaikan permanen. Ironisnya, jembatan ini justru menjadi topik viral di media sosial setelah foto-fotonya yang rusak parah tersebar luas.
Merespons hal tersebut, Kepala Desa Ujung Bandar, Nirwanto, bersama perangkat desa dan warga setempat akhirnya mengambil inisiatif sendiri. Mereka melakukan perbaikan darurat dengan cara mengganti lantai kayu yang lapuk dan memperkuat bagian yang paling rawan.
“Kami tidak bisa menunggu terlalu lama, karena ini akses utama masyarakat. Kalau sampai putus, warga akan terisolasi,” ungkap Nirwanto saat ditemui di lokasi gotong royong.
Perbaikan ini dilakukan secara bergotong-royong oleh perangkat desa dan masyarakat setempat. Dengan keterbatasan dana, mereka hanya mampu melakukan perbaikan seadanya agar jembatan tetap bisa digunakan.
“Ini hanya solusi sementara. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jembatan ini secara permanen,” tegas Nirwanto.
Masyarakat juga mendesak wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif untuk peduli terhadap persoalan infrastruktur desa. “Kami ingin para pejabat melihat ke bawah, melihat apa yang kami butuhkan. Jangan hanya janji saat kampanye,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar penghubung, tetapi urat nadi perekonomian dan pendidikan. Jika sampai ambruk, dampaknya akan sangat besar, mulai dari terhambatnya aktivitas warga, distribusi barang, hingga anak-anak yang kesulitan pergi ke sekolah.
Perbaikan permanen sangat mendesak dilakukan, mengingat jembatan tersebut sudah melewati usia pakai dan tidak memenuhi standar keselamatan. Warga berharap pemerintah daerah segera merespons agar tidak terjadi musibah yang bisa merenggut korban jiwa.
Catatan Redaksi:
Perbaikan darurat yang dilakukan Pemdes Ujung Bandar adalah bukti nyata kepedulian pemerintah desa terhadap keselamatan warganya. Namun, masalah ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Infrastruktur yang memadai adalah hak masyarakat dan tanggung jawab negara. Kami akan terus memantau perkembangan ini.
Bengkulu – AswinNews.com —Mencuatnya kabar pegawai Kelurahan Malabro tidak menerima gaji selama tiga bulan memicu…
Purwakarta Aswinnews.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan hari ulang tahun (milad) ke-47 Bunda…
Kediri -aswinnews.com- Sisawa Kelas XI tehnik Pengelasan dan Fabrikasi Logam ( TPFL ) 1 dari…
BANDA ACEH – AswinNews.com — Ada bentuk kerja yang tak membutuhkan sorak sorai, namun dampaknya…
Tasikmalaya – AswinNews.com — SMAN 1 Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah…
JAKARTA – AswinNews.com — Indonesian Fisherman Association (INFISA) kembali menyuarakan desakan darurat kepada Pemerintah Republik…