purwakarta-Aswinnews.com-Gelombang kemarahan rakyat yang terjadi di berbagai kota dinilai sebagai tanda peringatan keras terhadap arogansi penguasa.
Ketua Komunitas Madani Purwakarta (KMP), Zaenal Abidin, menegaskan bahwa ledakan aksi masyarakat bukanlah amarah spontan, melainkan akumulasi kekecewaan yang lama terabaikan.
Menurutnya, simbol-simbol kekuasaan yang menjadi sasaran massa hanyalah konsekuensi dari ketidakpedulian pejabat dan legislator terhadap penderitaan rakyat. “Namun, rakyat tidak boleh terjebak dalam anarki yang justru merugikan diri sendiri. Energi besar ini harus diarahkan menjadi kontrol sosial yang cerdas, taktis, dan bermartabat,” ujarnya.

Zaenal juga mengingatkan bahwa kedaulatan sejati ada di bilik suara.
Ia mendorong masyarakat untuk lebih cerdas dalam menentukan pilihan politik, dengan menimbang rekam jejak, latar belakang, serta integritas moral calon pemimpin, bukan sekadar popularitas maupun janji manis.
Ia menegaskan, pola politik transaksional harus ditinggalkan karena hanya akan melahirkan “penguasa hitam” yang arogan dan abai terhadap keadilan.
“Peristiwa ini seharusnya menjadi momentum kebangkitan rakyat yang lebih dewasa. Perlawanan bukan dengan anarki, tetapi dengan kecerdasan berdemokrasi. Kesabaran rakyat ada batasnya, dan kedaulatan tidak boleh dipermainkan,” tutupnya.
Penulis: Yos
Editor: Abah Roy Redaksi AswinNews.com
![]()
