🖋️ Penulis: Ted/Hendrawan – Wartawan Biro Malang
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
ASWINEWS.COM – BATU – Komunitas Perupa Dimensi Ngantang menggelar pameran seni rupa bertajuk “Saka Kelir” di Galeri Raos, Kota Batu, 17–24 Agustus 2025. Pameran ini menjadi ajang pernyataan artistik sekaligus upaya meneguhkan jati diri kreatif para seniman Ngantang di tengah arus zaman yang serba cepat.
Pameran dibuka oleh tokoh seni Kota Batu, Slamet, dengan dihadiri para peserta pameran, tamu undangan, serta pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Batu Raya. Masyarakat umum dapat menyaksikan pameran ini secara gratis setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB.
Apresiasi dari Pengamat Seni

Salah satu pengunjung, Iwan, seorang pengamat seni asal Kalimantan yang kebetulan berlibur bersama keluarganya di Kota Batu, menyampaikan apresiasi mendalam.
“Ternyata di Batu Raya sangat banyak potensi besar, khususnya dari para seniman muda. Komunitas Dimensi Ngantang ini membuktikan mampu melahirkan karya-karya yang bernilai seni tinggi,” ujarnya kepada awak media.
Pencarian Jati Diri Artistik

Dalam kesempatan berbincang santai, tiga anggota Dimensi – Soni, Anggun, dan Chepy – menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar unjuk karya.
“Melalui Saka Kelir, kami ingin meneguhkan jati diri Ngantang. Pameran ini adalah pernyataan personal sekaligus kolektif, hasil dari pencarian dan penemuan jati diri artistik kami,” kata mereka kompak.
Komunitas Dimensi yang beranggotakan 18 perupa menegaskan bahwa setiap karya merupakan cerminan semangat untuk membangun identitas visual yang otentik. Mereka tidak terpaku pada satu aliran, melainkan berani mengeksplorasi gaya pribadi untuk melahirkan karya yang unik.
Makna Filosofis “Saka Kelir”
Judul “Saka Kelir” dipilih karena memiliki makna mendalam. Dalam bahasa Jawa, “Saka” berarti tiang atau penyangga, sementara “Kelir” berarti layar atau kanvas. Simbol ini merefleksikan fondasi kokoh yang menopang setiap goresan dan warna, metafora atas pijakan kreatif para seniman Dimensi.
“Ini adalah ajakan untuk merenung: sejauh mana kita telah menemukan pijakan kita sendiri, baik dalam berkarya maupun dalam hidup,” tambah mereka.
Seni dari Pinggiran
Meski berasal dari Ngantang—sebuah wilayah yang jauh dari hiruk pikuk pusat seni rupa nasional—para seniman Dimensi menunjukkan bahwa kreativitas sejati tidak mengenal batas geografis.
Pameran Saka Kelir menghadirkan karya-karya beragam, dari komposisi yang dinamis hingga narasi yang intim, masing-masing menegaskan identitas visual para perupa. Pada akhirnya, Saka Kelir bukan hanya pameran seni, melainkan juga sebuah refleksi tentang keberanian, ketekunan, dan upaya menemukan diri sejati.
Catatan Redaksi
Pameran “Saka Kelir” menjadi bukti bahwa seni tidak selalu lahir dari pusat metropolitan. Dari Ngantang, sebuah daerah yang kerap luput dari radar konstelasi seni nasional, muncul suara-suara visual yang kuat, otentik, dan penuh daya refleksi. Seni rupa lokal seperti ini penting dirawat karena ia menjadi saksi sekaligus inspirasi tentang bagaimana kreativitas mampu menembus sekat geografis, sosial, dan zaman.
![]()
