🖋️ Penulis: Syahrizal ~ Wartawan Kaperwil Kepri
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
Tanjung Pinang, Kepulauan Riau – Perairan Kampung Dompak Lama kembali menjadi saksi meriahnya perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Semangat nasionalisme berkobar ketika Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Kepulauan Riau bersama Pemuda Dompak Lama sukses menggelar Lomba Sampan Ketinting Tradisional dan Racing, Senin (18/8/2025).
Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga dan wisatawan memadati tepi laut untuk menyaksikan atraksi adu cepat perahu ketinting. Riuh sorak penonton berpadu dengan deru mesin perahu, menjadikan lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat nelayan.

Dua Kategori, Satu Semangat Merah Putih
Lomba terbagi menjadi dua kategori utama:
- Sampan Nelayan Tradisional dengan mesin 6,5 PK menempuh 2 putaran (±300 meter).
- Kelas Racing dengan mesin 15 PK, menantang peserta melahap 5 putaran penuh.
Setiap peserta diwajibkan mengenakan life jacket dan membawa bendera Merah Putih kecil, sebagai simbol keselamatan sekaligus pengingat bahwa perjuangan di laut pun menyatu dengan semangat kemerdekaan.

Gotong Royong Jadi Kekuatan
Ketua Panitia, Iskandar (Coy) bersama timnya—Jemahat, Dedek, Junaidi, Hendra, Iwan, Dedi, Helmi, dan Hamzah—mengawal jalannya lomba dengan penuh antusias. Pelepasan start dilakukan oleh Ketua HMNI Kepri, Ravi Azhar, sementara doa dipimpin oleh Herman, menambah khidmat acara.
Meski tanpa dukungan pemerintah daerah, warga Dompak Lama tetap kompak. Dari iuran, sumbangan, hingga tenaga, semua dikerahkan demi keberlangsungan acara. Total hadiah senilai Rp3 juta pun diperebutkan oleh 16 peserta (8 di kategori nelayan dan 8 di kelas racing).

“Hadiah bukan tujuan utama. Yang lebih berharga adalah semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa cinta tanah air,” ujar Iskandar penuh kebanggaan.
Inspirasi dari Peserta Tertua
Sorotan menarik datang dari Haji Noran (68 tahun), peserta tertua dalam lomba. Meski usia tak lagi muda, keberaniannya menantang ombak menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan tradisi ketinting.
Tradisi yang Menyatukan
Kampung Dompak Lama, yang 80% warganya menggantungkan hidup dari laut, telah menjadikan lomba sampan ketinting sebagai agenda tahunan. Lebih dari sekadar perlombaan, acara ini adalah perwujudan identitas budaya nelayan sekaligus bentuk syukur atas kemerdekaan.
Catatan Redaksi
Lomba Sampan Ketinting di Dompak Lama adalah contoh nyata bagaimana semangat kemerdekaan tidak hanya berkobar di daratan, tetapi juga di lautan. Tradisi sederhana ini memperlihatkan kekuatan gotong royong, kebanggaan budaya, dan kecintaan masyarakat pesisir terhadap negeri. AswinNews mengapresiasi semangat warga Dompak Lama yang terus menjaga kearifan lokal sekaligus menularkan nilai persatuan kepada generasi berikutnya.
![]()
