🖋️ Penulis: Latiyf Ridlo
✍️ Editor: Kenzo | Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
Lombok, NTB — Suasana GOR Tastura Praya pada ajang Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 terasa semakin semarak dengan hadirnya cabang olahraga Tarung Bebas Indonesia (TBI). Meskipun terbilang baru dalam arena inorga (induk organisasi olahraga) di bawah naungan KORMI, TBI berhasil mencuri perhatian publik dan penggiat olahraga beladiri di tanah air.
Titin Afiani Rosidah, Ketua Umum TBI, hadir langsung menyaksikan dan membuka pertandingan TBI dalam FORNAS kali ini. Ia menegaskan pentingnya pengembangan TBI sebagai sarana pembinaan atlet beladiri dari berbagai provinsi di Indonesia.

“TBI bukan hanya wadah pertarungan, tetapi tempat mengasah bakat dan potensi seni beladiri dari seluruh Indonesia. Peraturannya sederhana, teknik yang diperbolehkan maupun yang dilarang juga jelas. Ini menjadikan TBI sebagai ajang yang kompetitif sekaligus aman,” terang Titin kepada Aswinnews.com.
Menurutnya, antusiasme peserta pada tahun ini cukup menggembirakan. Tercatat 75 atlet dari 11 provinsi ambil bagian dalam kejuaraan TBI di FORNAS VIII, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa TBI telah mendapat tempat tersendiri di hati para petarung muda.

TBI Bukan Sekadar Pertarungan, Tapi Juga Seni
Lebih lanjut, Titin menyampaikan bahwa dalam waktu dekat TBI tidak hanya akan mempertandingkan aspek pertarungan semata, tetapi juga akan mengembangkan sisi seni , seperti halnya Katar dalam bahasa seni karate.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TBI juga memiliki dimensi artistik. Ini bukan sekadar adu fisik, tapi juga tentang mengolah teknik dan keindahan gerak,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 20 potensi daerah yang menyatakan komitmennya untuk bergabung dan mengembangkan TBI di wilayah masing-masing.
Kendala Teknis Tak Surutkan Semangat

Meski secara umum pertandingan berjalan lancar, sedikit kendala sempat terjadi di awal pelaksanaan. Hal ini diungkapkan oleh Krisbianto, salah satu Ketua Dewan Wasit TBI.
“Ada miskomunikasi soal lokasi. Seharusnya para juri dan wasit berkumpul di GOR Tastura Praya, namun sempat salah arah ke GOR Mataram. Tapi semua dapat diatasi dan pertandingan berlangsung sukses,” ungkapnya.

Krisbianto juga menambahkan bahwa kualitas pertandingan cukup membanggakan, dan ke depan ia berharap jumlah peserta dan kualitas penyelenggaraan terus meningkat.

TBI dan Masa Depan Olahraga di Indonesia
Kehadiran TBI di FORNAS VIII NTB menjadi bukti bahwa olahraga beladiri dapat tumbuh di luar payung KONI dan tetap menyuguhkan pertandingan yang profesional, aman, dan menghibur. Selain mengedepankan semangat kompetisi, TBI juga menjadi wadah penguatan karakter, mental, dan solidaritas di kalangan anak muda.
FORNAS VIII NTB bukan hanya ajang mencari medali, tapi juga ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkreasi, berolahraga, dan menjaga semangat kebangsaan. Dalam konteks itu, TBI tampil sebagai cabang inorga yang potensial dan layak dikembangkan secara nasional.

“Kami yakin TBI akan semakin besar. Minat peserta terus meningkat dan semangat para atlet luar biasa. Kami mohon dukungan dari berbagai pihak agar TBI terus melahirkan petarung hebat dari seluruh penjuru Indonesia,” tutup Titin optimistis.
📌 Ikuti perkembangan FORNAS VIII NTB 2025 dan cabang-cabang olahraga unggulan lainnya hanya di Aswinnews.com — Media Anda yang mengabarkan Indonesia dari berbagai sudut.
![]()
