Inorga TBI warnai FORNAS VIII NTB 2025: Arena Persaudaraan, Panggung Petarung Muda

🖋️ Penulis: Latiyf Ridlo
✍️ Editor: Kenzo | Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Lombok Tengah, NTB – Gemuruh semangat menggema di GOR Tastura, Praya, Lombok Tengah, Sabtu (26/7/2025). Ribuan penonton dan pendukung dari berbagai daerah memadati arena pembukaan Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VIII NTB 2025, yang mengusung slogan inklusif: “Kalah Menang Semua Senang.”

Salah satu cabang olahraga yang langsung menyedot perhatian adalah Tarung Bebas Indonesia (TBI). Sebagai inorga (induk olahraga) yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), TBI tampil dengan ciri khas laga penuh tenaga, teknik, dan ketahanan mental tinggi.

Ketua Umum TBI Dorong Pembinaan Atlet Muda

Ketua Umum TBI, Titin Afiani Rosidah, hadir langsung membuka pertandingan perdana sekaligus menyampaikan semangat kepada para petarung muda dari berbagai provinsi.

“TBI bukan sekadar bela diri, tapi wadah pembentukan karakter, sportivitas, dan mental baja. Kami berharap, FORNAS NTB bisa menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet tangguh yang kelak mengharumkan nama Indonesia di level dunia,” ujar Titin.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan KORMI, Dinas Pemuda dan Olahraga NTB (Dispora), serta seluruh panitia penyelenggara yang telah memfasilitasi ruang bertarung bagi generasi muda.

Hari Pertama: Dominasi Jawa Timur dan Jawa Tengah

Pertandingan perdana diawali dari kategori putra kelas 50 , mempertemukan dua pendekar muda. Andhika Dwi Saputra dari Jawa Timur (Sudut Merah) tampil gemilang dengan serangan presisi dan teknik matang, mengungguli lawan-lawannya dengan meyakinkan maju babak berikutnya.

Didampingi pelatih Subiantono, tim TBI Jawa Timur menargetkan minimal lima medali emas dari total sepuluh atlet yang diturunkan, sebagian besar berlatar dari cabang wushu, silat, dan karate.

“Kami datang membawa semangat juang dan optimisme tinggi. Target kami jelas: pulang dengan emas untuk Jawa Timur,” ujar Subiantono.

Sementara itu, di kategori putri kelas 40, dominasi datang dari Jawa Tengah. Atlet muda Nasyifa Endar Apriliana (Sudut Merah) berhasil maju babak selanjutnya menundukkan tuan rumah NTB, Baiq Eva Berdia Juliana (Sudut Biru), dalam pertarungan cepat dan teknikal.

Dibimbing pelatih nasional sekaligus pelatih Sea Games, Yusuf, Nasyifa menunjukkan keunggulan dari sisi teknik dan disiplin strategi.

Papua Selatan Tumbang di Tangan Petarung Jateng

Ketegangan berlanjut pada kategori putra sesi berikutnya. Pertarungan seru antara Jorgi dari Jawa Tengah (Sudut Merah) dan Samon Yames dari Papua Selatan (Sudut Biru) menjadi sorotan. Meski berlangsung ketat, Jorgi berhasil keluar sebagai pemenang maju ke tahap selanjutnya berkat daya tahan dan kemampuan membaca pola serangan lawan.

Lebih dari Sekadar Laga, Ini Panggung Persaudaraan

FORNAS VIII NTB tak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga ruang pertemuan antardaerah yang sarat nilai persaudaraan, semangat kebangsaan, serta penguatan olahraga masyarakat.

TBI menjadi gambaran nyata dari semangat itu — bertarung habis-habisan di arena, namun tetap saling menghormati dan membangun jejaring persahabatan usai pertandingan.

Pertunjukan perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa FORNAS VIII NTB 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembinaan atlet masa depan Indonesia.


🔴 Ikuti terus laporan eksklusif FORNAS VIII NTB 2025 hanya di Aswinnews.com – Karena kami hadir mengabarkan Indonesia dari berbagai sudut.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *