UMKM Pasar Sikatan Surabaya Menjerit: Sepinya Dagangan, Maraknya Utang, Minimnya Dukungan

🖋️ Penulis: AG/M/Ghonys
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya, dan Ter-Update
📍Surabaya – AswinNews.com
đź“… Selasa, 22 Juli 2025

Surabaya — Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pasar Sikatan, Tandes, Surabaya mengeluhkan kondisi ekonomi yang kian sulit. Penghasilan harian yang tak menentu kini hanya cukup untuk membayar cicilan pinjaman ke bank titil (koperasi harian), sementara dagangan mereka makin sepi pembeli.

Dulu, produk yang dijajakan para pedagang bisa laku dalam hitungan jam. Kini, mereka harus menunggu hingga berhari-hari. Salah satu penyebab utamanya adalah pergeseran perilaku belanja masyarakat yang kini lebih memilih belanja online lewat aplikasi di ponsel.

“Dulu ramai, sekarang dagangan sepi. Semua orang sekarang pakai HP buat pesan barang. Enak bagi yang bisa pakai aplikasi, tapi kami ini bingung,” ujar Suhartini, salah satu pedagang pasar, dengan logat khas Jawa Timurnya.

Minim Literasi Digital, Tergerus Teknologi
Banyak pedagang pasar tradisional yang belum memahami cara menggunakan teknologi digital dalam pemasaran. Hal ini membuat mereka tertinggal jauh dari pelaku usaha yang sudah melek aplikasi jual beli online.

“Kami ingin belajar, tapi belum ada pelatihan. Sementara penghasilan terus menurun, pinjaman terus berjalan,” tambah Suhartini.

Para pedagang berharap agar Dinas Koperasi dan instansi terkait bisa hadir memberikan solusi nyata, seperti pelatihan pemasaran digital, penyuluhan penggunaan aplikasi, hingga bantuan modal usaha.

Pasar Butuh Sentuhan Pemerintah
Selain pelatihan, para pedagang juga berharap pengelola Pasar Sikatan dan Pemkot Surabaya tidak lepas tangan. Mereka meminta adanya pendampingan aktif terhadap UMKM, bukan hanya soal penataan tempat, tapi juga dalam hal peningkatan daya saing di era digital.

“Masyarakat dan pedagang tradisional butuh pendampingan nyata. Jangan sampai pasar-pasar rakyat ini mati perlahan hanya karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan zaman,” tegas Ghonys, salah satu aktivis pendamping UMKM.

Krisis ini menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus inklusif. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa tidak ada pelaku UMKM yang tertinggal dalam perubahan zaman.


Redaksi Aswinnews.com

Kartolo

Recent Posts

Video Diduga Libatkan Pejabat Pemprov Bengkulu Beredar, Publik Menanti Klarifikasi Resmi

BENGKULU, Aswinnews.com – Beredarnya dua video berdurasi singkat yang diduga menampilkan seorang pejabat eselon II…

41 menit ago

Misteri Uang Rp4 Miliar Terungkap? KPK Periksa Kadis PUPR Kota Bengkulu

JAKARTA, Aswinnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi…

53 menit ago

Kapolsek Salapian Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Salapian, Tekankan Disiplin dan Bahaya Narkoba

KoLangkat, AswinNews, com -Dalam rangka pembinaan dan edukasi kepada generasi muda, Kapolsek Salapian, AKP Master…

3 jam ago

Upacara Bendera di SMA Negeri 25 Garut Berlangsung Khidmat, Kepala Sekolah Ajak Siswa Perkuat Disiplin dan Karakter

Garut – Aswinnews.com – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di SMA…

7 jam ago

Disperkim Jabar Gelar Gerakan Senin BerSEKA, Perkuat Budaya Bersih Dan Peduli Lingkungan Kerja

BANDUNG, Aswinnews.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat kembali melaksanakan Gerakan Senin…

7 jam ago

Pengawas Bina, Kepala Madrasah, Guru ASN, dan Stakeholder Kemenag Kota Cirebon Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Sambut HUT ke-81 RI

Jakarta – Aswinnews.com Para Pengawas Bina Madrasah, di antaranya Oma Saumadin,S.Pd.I., M.M.,Dra. Ujianti Prihatini, M.Pd.…

16 jam ago