Aksi Heroik Nelayan di Tengah Laut: Penyelamat Pertama Tragedi Kebakaran KM Barcelona 5

Reporter: MYCHAEL HONTONG
Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

MANADO, Aswinnews.com — Di tengah kepanikan ratusan penumpang saat KM Barcelona 5 terbakar di perairan Talise, Minahasa Utara, muncul para penyelamat pertama yang tak terduga: kelompok nelayan lokal.

Kepala Kantor SAR Manado, George Randang, tak ragu menyebut aksi para nelayan ini sebagai bentuk keberanian luar biasa.

“Kami sangat berterima kasih kepada para nelayan. Mereka tiba lebih dulu sebelum unsur SAR dan berhasil menyelamatkan banyak nyawa,” kata George di Posko Terpadu Pelabuhan Munte, Senin (21/7/2025).

Nelayan Jadi Garda Terdepan

Para nelayan dilaporkan berhasil mengevakuasi korban ke pulau-pulau terdekat seperti Gangga, Bangka, dan Talise, bahkan sebelum tim resmi penyelamat tiba.

“Sebagian besar korban pertama justru dibawa ke desa-desa sekitar oleh nelayan. Ini sangat membantu dalam proses pendataan dan penanganan awal korban,” tambah George.

Hingga hari ini, 580 korban berhasil dievakuasi, baik oleh tim SAR, Bakamla, Polri, maupun nelayan lokal.

Namun, masih ada dua orang dinyatakan hilang, yakni Levi Aiba dan Hamen Langinan, berdasarkan laporan keluarga.

SAR Terus Lakukan Pencarian

Tim SAR gabungan kini menyisir wilayah pesisir dan kepulauan, termasuk desa-desa terpencil yang belum dapat dijangkau secara langsung akibat terbatasnya komunikasi.

“Kami sudah sebar tim dan skoci ke pulau-pulau. Jika ada warga yang mengetahui keberadaan korban, mohon segera melapor ke Posko. Jangan sebar hoaks,” tegas George.

Tiga Korban Tewas, Ratusan Selamat

KM Barcelona 5 mengangkut 571 penumpang dari Kabupaten Kepulauan Talaud menuju Manado. Tragedi terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025, saat kapal berada sekitar 60 km dari Pelabuhan Manado.

Diduga api berasal dari salah satu kamar penumpang. Saat api mulai membesar, penumpang yang panik segera mengenakan jaket pelampung dan melompat ke laut.

Evakuasi besar-besaran dilakukan. Namun tiga korban dinyatakan tewas, yakni:

  • Asna Lapae (50),
  • Zakaria Tindiuling, dan
  • Juliana Humulung (40).

Ketiganya merupakan pasien yang hendak berobat ke Manado dan kini telah dibawa ke RS Bhayangkara.

Nakhoda Jadi Tersangka

Pihak Polda Sulut menetapkan Nakhoda KM Barcelona 5, berinisial IB, sebagai tersangka utama dalam musibah ini.

“Berdasarkan gelar perkara, IB ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum masih terus berjalan,” jelas Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan.

Fakta Tambahan: Jadwal Berlayar Molor

Kapal milik PT Surya Pacific Indonesia ini seharusnya berangkat pada Sabtu malam (19/7/2025) pukul 18.00 WITA. Namun, karena cuaca buruk, keberangkatan diundur menjadi Minggu dini hari pukul 01.00 WITA.

Saat kejadian, 13 anak buah kapal (ABK) dan sang nakhoda turut menyelamatkan diri. Kondisi kapal saat ini sudah terapung tidak aktif dan berada di bawah pengawasan PLP Bitung.

Aparat dan Warga Bersinergi

Evakuasi korban melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Brimob, Bakamla, Lanal Manado, KSOP, serta warga sekitar Pulau Talise dan Gangga. Kapal-kapal nelayan menjadi armada penting dalam penyelamatan.

“Solidaritas nelayan ini luar biasa. Mereka tanpa ragu bertaruh nyawa demi sesama. Inilah wajah kemanusiaan Indonesia sesungguhnya,” pungkas George.



Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *