MAJALENGKA,Aswinnews.com – Komunitas Awi hejo bersama DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar workshop transformasi kepemimpinan ala anak muda dengan tema “Kebijakan Pemimpin Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Finansial dan Menjaga Keasrian Lingkungan” Di gedung DPC PPP Kab. Majalengka, Sabtu (19/07/2025).
Kegiatan workshop ini diisi oleh 2 narasumber, diantaranya Yosep Hendrawan, S.AP. selaku Direktur BUMDes Gunungkuning dan Muh. Fajar Shidik Ch selaku Ketua DPC PPP Majalengka sekaligus anggota DPRD Majalengka.
Yosep memberikan materi mengenai BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi Desa: Strategi Peningkatan PADes dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam pemaparannya, ia berharap bahwa di mengurus BUMDes bisa menjadi motivasi bagi generasi gen z dan milenial yang hadir dalam acara tersebut.
“BUMDes yang berhasil bisa dijadikan studi, karena bisa meningkatkan pendapatan asli Desa, dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat seperti mengatasi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan,” Jelas Yosep dalam pemberian materi.
Yosep mengatakan bahwa, ada hal yang lebih membanggakan saat Universitas Islam 45 Bekasi melakukan studi banding ke BUMDes Gunungkuning, mereka menemukan keunikan dari BUMDes Gunungkuning dibandingkan dengan BUMDes lain di Kabupaten lainnya.
“Ada perbedaan yang unik di BUMDes Gunungkuning, keterlibatan antara semua lembaga pemerintah Desa, BPD, BUMDes, Karang Taruna, dan pengelolaan wisata itu sesuai tupoksi,” Katanya.
Muh. Fajar Shidik Ch ungkapkan rasa bangga atas hadirnya komunitas Awihejo sebagai generasi muda yang konsen terhadap pelestarian lingkungan, ia mengatakan komunitas Awihejo rajin melakukan kegiatan penanaman pohon dan berdiskusi mengenai lingkungan.
“Saya harap mereka bisa bergeser ke isu-isu lingkungan, saya memfasilitasi kegiatan ini karena temanya menarik, mengenai kelestarian alam,” Ungkap Fajar saat diwawancarai awak media selepas kegiatan.
Fajar menyoroti wilayah selatan yang seyogyanya menjadi wilayah konservasi, wilayah ketahanan pangan, yang ditemukan dalam diskusi ternyata wilayah Banjaran-Talaga ditemukan adanya tambang.
“Ini menjadi catatan kami di DPRD, apakah tambang di sana ada izinnya atau ilegal. Nanti kita pertanyakan kepada pengembang tambang, setelah itu mau diapakan?” Kata Fajar.
“Kita butuh ide-ide revitalisasi lingkungan ke depan, karena apapun ceritanya, kelestarian alam ini harus kita jaga keseimbangannya,” Tambahnya.
Fajar menegaskan bahwa wilayah pertanian harus diamankan, ia mengatakan bahwa Majalengka harus dijaga sebagai lumbung pangan.
“Kita tidak mau serta-merta mengizinkan wilayah persawahan berubah menjadi zona selain persawahan,” Tegasnya.
Fajar berikan dukungan kepada para aktivis lingkungan, ia berkata jangan pernah takut ketika berada di jalan kebenaran, karena semua pihak akan mendukung dan melindungi.
“Masa sih penegak hukum melindungi yang salah, pasti melindungi yang benar, saya yakin itu. Masa aktivis takut sama yang begituan, jangan dong, harus berani. Pasti akan saya dampingi, saya juga mantan aktivis kok,” Pungkasnya.
Kota Langsa – Aswinnews. com- Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turun langsung…
Effort to Increase Protection for Workers in 5 Sectors in Lampung Province under the HUKATAN…
BANDAR LAMPUNG – Aswinnews.com – Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan,…
MERANTI, Aswinnews.com – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut secara resmi kunjungan lawatan…
BENGKULU – Aswinnews.com – Seorang warga Kota Bengkulu bernama Miya mengaku tidak mendapatkan pelayanan di…
LHOKNGA – Aswinnews.com – Indonesian Rupiah banknotes that are no longer fit for circulation have…